Sutradara 'Bohemian Rhapsody' Buka Suara Soal Tudingan Pelecehan Seksual
Getty Images/Jason LaVeris
Film

Akibat tudingan tersebut, sutradara ini sampai dipecat dari proyek 'Bohemian Rhapsody'.

WowKeren - Belakangan ini, dunia perfilman Hollywood memang tengah dihebohkan dengan skandal pelecehan seksual yang dilakukan oleh sutradara "Bohemian Rhapsody", Bryan Singer. Lama bungkam, akhirnya kini Bryan pun mulai buka suara tentang tudingan yang dilayangkan padanya tersebut.

Dilansir Deadline pada Jumat (25/1), Bryan menyebut bahwa tudingan tersebut sebenarnya sudah lama mencatut namanya. Bahkan ia mengaku jika majalah Esquire pernah menyiapkan artikel tentang kasus serupa, namun tak jadi diterbitkan lantaran tidak ada fakta pendukung. "Tapi hal itu tidak menghentikan penulis (artikel) untuk menjualnya ke The Atlantic," ungkap Bryan.

Pihak The Atlantic sendiri melaporkan bahwa mereka sudah menghabiskan waktu hingga hampir satu tahun untuk menginvestigasi kasus pelecehan yang menyeret nama Bryan. Bahkan mereka mengklaim telah mewawancarai lebih dari 50 narasumber yang mengaku mengalami depresi dan gangguan mental usai dilecehkan oleh sang sutradara.


Sebelumnya, The Atlantic memang melaporkan bahwa Bryan Singer telah melecehkan sejumlah lelaki secara seksual, bahkan saat mereka masih di bawah umur. Pada 1997, sejumlah anak laki-laki mengaku telah diekspos secara seksual oleh Bryan demi kepuasan si sutradara. Ada yang mengaku diajak berhubungan intim saat usianya masih 17 tahun, ada yang disebut melakukan seks oral, bahkan ada yang dilecehkan di lokasi syuting.

Di sisi lain, Bryan Singer sendiri sudah dipecat dari posisinya sebagai sutradara "Bohemian Rhapsody" tepat dua pekan sebelum film biopik itu selesai produksi. Ia kemudian digantikan oleh Dexter Fletcher. Pemecatan ini terjadi lantaran kasus pelecehan yang membelit namanya tersebut.

Bahkan kasus ini sempat menyebabkan munculnya pro dan kontra di kalangan publik usai "Bohemian Rhapsody" memboyong piala Film Terbaik dalam ajang Golden Globes Awards pada 6 Januari lalu. Sebagian besar menyebut bahwa tak seharusnya pihak The Hollywood Foreign Press Association (HFPA) selaku penyelenggara Golden Globes memberikan kemenangan pada film garapan seorang pelaku pelecehan seksual layaknya Bryan.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!