Sebelum digelandang masuk LP Cipinang, Ahmad Dhani sempat menguatkan Dul Jaelani yang menemaninya menjalani sidang.
- Wahyu
- Rabu, 30 Januari 2019 - 11:25 WIB
WowKeren -
Selain ditemani tim kuasa hukumnya, Ahmad Dhani rupanya ditemani oleh putra bungsunya Dul Jaelani saat menjalani sidang kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (28/1). Dul dan sang ayah tampak kompak memakai pakaian berwarna hitam.
Ditemui usai sidang, saat itu, Dul tak mampu menahan kesedihannya dan enggan berkomentar kepada awak media. Keterangan seputar kesedihan Dul itu ditegaskan oleh Hendarsam Marantoko, kuasa hukum Dhani.
Hendarsam mengatakan bahwa Dhani sempat menitipkan pesan kepada remaja 18 tahun itu sebelum dia digelandang masuk Lembaga Permasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. Ia juga menceritakan tentang Dul yang minta duduk di sebelah ayahnya sambil mengusap kakinya.
“Dul hanya bilang mau duduk di samping ayahnya," ujar Hendarsam. "Setelah itu, dia enggak ngomong apa–apa. Dia hanya mengusap-usap kaki Mas Dhani”
Seakan ingin menguatkan Dul, Dhani kemudian meminta Dul untuk tidak sedih dan menangis. Dhani juga menyampaikan pesan mengejutkan dengan mengatakan ia siap mati.
“Dia (Ahmad Dhani) bilang, ‘Kamu (Dul) jangan sedih'," tutur Hendarsam. "'Laki kok menangis? Jangankan dipenjara, matipun Ayah siap’. Setelah itu, Dul hanya mengangguk."
Seperti diketahui, Dul menjadi perwakilan dari tiga anak laki-laki Dhani dari pernikahannya dengan Maia Estianty yang hadir dalam persidangan itu. Anak tertuanya, Al Ghazali diketahui sedang berada di Bali, sementara El Rumi tengah menempuh pendidikan di London, Inggris.
Meskipun tak bisa hadir, El tetap memberikan dukungan kepada sang ayah lewat unggahannya di Instagram. Ia menuliskan kata-kata manis untuk menguatkan ayahnya. “Hadapi dengan senyuman, tetap kuat dan tetap menjadi dirimu, Ayah! Biarkan Tuhan yang menilai,” tulis El.
Sebelumnya diberitakan jika Dhani harus bertanggung jawab atas berbagai kicauannya yang diduga ditujukan untuk Basuki Tjahaya Purnama (BTP) alias Ahok. Pada 5 Maret 2017, Dhani membuat cuitan tentang kasus hukum BTP yang membuatnya dinilai menyebarkan kebencian.
(wk/wahy)