Jusuf Kalla memiliki beberapa alasan untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf dalam Pemilihan Presiden 2019.
- Bertilia Puteri
- Senin, 04 Februari 2019 - 16:47 WIB
WowKeren - Wakil Presiden Jusuf Kalla, diketahui mendukung pasangan calon (paslon) Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Ia pun menjelaskan alasan dukungannya kepada sang petahana.
Beberapa alasan Jusuf Kalla adalah gaya kepemimpinan Jokowi. Pasalnya, Jusuf Kalla menuturkan bahwa dirinya tidak ingin negara ini mundur karena kepemimpinan yang otoriter dan pemimpin yang tak menguasai bisnis negara melalui keluarga.
"Negara ini bisa mundur karena dua hal, gaya otoriter pemimpin," terang Jusuf Kalla dalam pidatonya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Minggu (3/2). "Dan jika keluarga, anak-anak pemimpin, menguasai bisnis negara."
Menurut Jusuf Kalla, ada dua hal yang menjadikan Jokowi sebagai sosok istimewa. Yang pertama adalah gaya kepemimpinan dengan sikap egaliter. Dengan begitu, pemimpin mau mendengar opini banyak pihak sebelum akhirnya mengambil keputusan.
"Karena itulah pak Jokowi terlalu sering rapat," tutur Jusuf Kalla. "Kami bisa rapat 200 kali dalam setahun."
Sementara itu, alasan kedua adalah Jokowi yang dinilai bersih oleh Jusuf Kalla. Pasalnya, semua orang Indonesia tahun bahwa keluarga Jokowi tidak berbisnis dengan negara. Bisnis kuliner yang dimiliki Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep juga dirintis dari nol.
"Anak-anaknya semua orang tahu, tidak berbisnis dengan negara," jelas Jusuf Kalla. "Ada yang menjual martabak, ada yang dagang pisang goreng."
Apalagi, selama 4 tahun menjabat Wakil Presiden Jokowi, Jusuf Kalla melihat sendiri bagaimana kinerja sang petahana. Ia menjadi saksi bahwa mantan Wali Kota Solo tersebut tidak pernah memiliki kepentingan pribadi dengan bisnis negara.
"Selama empat tahun bersama dengan Presiden Jokowi, belum pernah sekali pun saya bicara proyek dengan Jokowi," jelas Jusuf Kalla. "Baik untuk kepentingan Jokowi, maupun untuk kepentingan saya.”
Menunjukkan dukungannya pada Jokowi, Jusuf Kalla mengerahkan relawannya dalam Pilpres 2014 untuk memenangkan paslon petahana tersebut. Ia meminta agar para relawannya berkonsolidasi dengan seluruh anggota mereka di Indonesia.
(wk/Bert)