Tantangan tersebut disampaikan oleh Wahana Lingkungan Hidup dan didukung oleh BPN.
- Wahyu
- Rabu, 20 Februari 2019 - 11:35 WIB
WowKeren - Calon presiden Joko Widodo alias Jokowi sempat menyinggung masalah kepemilkan lahan Prabowo Subianto yang luasnya mencapai 330 ribu hektare. Terkait hal ini, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menilai bahwa Jokowi juga harus mau melakukan sebaliknya.
Direktur Eksekutif Walhi Nur Hidayati menantang Jokowi untuk mau membuka pada publik tentang kepemilikan lahan oleh orang-orang yang berada di timnya. Sebab, kepemilikan lahan negara oleh kaum elite bukan suatu hal yang harus dirahasiakan.
"Ketika dia melontarkan kepada Pak Prabowo soal kepemilikan tanah ribuan hektare, coba dia (Jokowi) lihat timnya (orang-orang di belakang Jokowi) ya," kata Nur di kantor Walhi, Jakarta Selatan, Senin (18/2). "Di tim pemerintahannya dia juga, Jokowi, siapa aja yang memiliki lahan yang luas, berani enggak?"
Nur meminta agar Jokowi tak hanya mengkritisi kubu lawannya saja soal kepemilikan lahan. Sebab, kepemilikan lahan tersebut sudah berlangsung sejak dulu. Jokowi juga harus berani mengomentari orang-orang yang ada dalam timnya yang berasal dari masa lalu.
"Jadi jangan hanya lihat dilawannya (Prabowo Subianto), karena memang itu dari dulu sudah seperti itu. Tapi juga timnya Jokowi yang berasal dari masa lalu kan juga harus berani (merilis)," tegas Nur. "Itu bukan rahasia lagi, dan saya pikir menarik juga kalau Jokowi mengkritisi timnya sendiri gitu."
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mendukung tantangan tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso.
"Saya ikut menggarisbawahi pernyataan hari ini dari Direktur Eksekutif Walhi," kata Priyo di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jakarta Selatan, Selasa (19/2). "Yang menantang Pak Jokowi untuk membuka penguasaan lahan negara dari tim pemerintahannya."
Menurut Priyo, terdapat indikasi bahwa beberapa orang dari tim Jokowi juga memiliki lahan dengan sertifikat hak guna usaha (HGU) seperti Prabowo. Oleh sebab itu, dengan membuka siapa saja yang terlibat atas kepemilikan tersebut akan menjadi pembelajaran yang baik bagi publik.
"Beberapa diindikasikan melibatkan tim pemerintahannya, tim suksesnya atau beberapa taipan yang sering hilir mudik di istana," lanjut Priyo. "Ini menjadi pintu masuk untuk dibuka dan bagus sekali agar publik mendapat pembelajaran berharga untuk ini."
(wk/wahy)