Warga memiliki alasan tertentu untuk menolak Sandiaga melakukan kunjungan kampanye di Tabanan, Bali.
- Wahyu
- Senin, 25 Februari 2019 - 15:01 WIB
WowKeren - Rencana Cawapres 02 Sandiaga Uno untuk melakukan kampanye di Tabanan, Bali, ternyata pupus susah. Bagaimana tidak, warga desa di sana telah melayangkan sepucuk surat berisi penolakan atas kedatangan Sandiaga.
Lewat surat yang ditandatangani oleh pemangku adat dari sejumlah desa, warga menegaskan bahwa mereka mendukung Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin. Oleh sebab itu, warga tidak ingin jika kehadiran Sandiaga justru akan menimbulkan situasi yang tidak kondusif.
"Kami warga masyarakat Pagi tidak menginginkan situasi yang tidak kondusif," bunyi isi surat tersebut dilansir dari Detik, Senin (25/2). "Karena kami sudah sepakat untuk mendukung kandidat/Caleg maupun capres dari PDIP, demi kelancaran Pembangunan Desa Pakraman Pagi (Pembangunan Balai Serbaguna)."
Bendesa Adat Desa Pakraman Pagi Wayan Yastera mengatakan bahwa selama ini Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah membantu warga desa di sana untuk melancarkan pembangunan. Oleh sebab itu, mereka menolak kedatangan Sandiaga demi menjaga suasana tetap aman.
"Maka dari itu kami juga untuk mengamankan suasana dan melancarkan suatu pembangunan yang sudah kami rencanakan," ujar Yastera. "Maka dari itu dalam tahapan ini kami tidak menerima kedatangan Sandiaga Uno."
Menanggapi surat tersebut, Sandiaga mengatakan bahwa sebetulnya kedatangan dirinya ke Tabanan juga atas udangan dari masyarakat. Meski demikian, jika memang ada warga lainnya yang merasa keberatan, Sandiaga akan tetap menghormati keputusan tersebut.
"Jadi, kehadiran saya ke sini (Bali) kan atas undangan masyarakat Tabanan," kata Sandiaga dilansir dari CNN Indonesia, Senin (25/2). "Kalau masyarakat lain ada yang berkeberatan tentunya kita hormati."
Sandiaga tidak ingin jika kedatangannya justru menimbulkan masalah. Ia juga berpesan pada para pendukungnya di sana untuk tidak melakukan provokasi lewat alat peraga kampanye.
"Saya pesan ke pendukung jangan lakukan hal yang sama kepada Pak Presiden dan Kyai Ma'ruf," kata Sandiaga. "Jangan cetak-cetak spanduk yang provokasi lah, cetak spanduk buat dirinya sendiri."
Meski demikian, hal itu tak menyurutkan niat Sandiaga untuk terus memfokuskan visi misi untuk memperbaiki ekonomi Indonesia. Misalnya dengan menstabilkan harga bahan pokok dan menyediakan lapangan kerja.
"Harga kebutuhan pokok yang stabil terjangkau serta penyediaan juga penciptaan lapangan kerja," tutur Sandiaga. "Selalu berpikir positif itu yang saya sampaikan kepada relawan dan simpatisan."
(wk/wahy)