Tri Rismaharini Akhirnya Angkat Bicara Terkait Nasib Ratusan Pedagang Hi-Tech Mall
Instagram/trirismaharini
Nasional

Tri Rismaharini memiliki alternatif lain agar para pedagang di Hi-Tech Mall bisa berjualan lagi.

WowKeren - Nasib ratusan pedagang IT di Hi-Tech Mall masih terkatung-katung hingga kini. Pasalnya, perjanjian kontrak antara pihak pengelola gedung dengan Pemkot Surabaya akan berakhir pada Minggu (31/3) mendatang. Oleh sebab itu, PT Sasana Boga selaku pengelola harus menyerahkan gedung dalam keadaan kosong pada 1 April 2019 nanti.

Terkait hal ini, Walikota Surabaya Tri Rismaharini akhirnya angkat bicara. Meski gedung akan diserahkan ke Pemkot, namun ia mengatakan sudah ada pihak swasta yang akan menyewanya lagi. Hal tersebut untuk menjawab tuntutan dari Paguyuban Pedagang IT dan UMKM Hi-Tech mall Surabaya.

"Ya, mereka (pedagang IT) akan dikelola swasta," kata Risma dilansir dari Kompas, Kamis (28/2). "Swasta yang akan sewa dengan kita lagi (Pemkot)."

Pihak swasta tersebut, menurut Risma, akan mendirikan gedung seperti mall di bagian belakang. Gedung inilah yang nantinya akan dipergunakan sebagai pusat perdagangan barang-barang IT. Sehingga, para pedagang nantinya bisa kembali berjualan di gedung tersebut.

"Mereka pihak swasta akan bangunkan tempat," jelas Risma. "Dia katanya mau buat semacam mall untuk IT. Pedagang elektronik masih ada."


Sedangkan untuk bagian depan gedung Hi-Tech Mall, Risma ingin menjadikannya sebagai pusat kesenian. Risma berharap untuk bisa mengenalkan ludruk dan kesenian lainnya kepada masyarakat. Oleh sebab itu, ia memilih untuk memakai bagian depan gedung Hi Tech Mall agar mudah dijangkau oleh masyarakat.

"Aku kan butuh muka," tegas Risma. "Sekarang gimana mau mengenalkan ludruk (dan kesenian lain) kalau tempatnya di belakang. Anak kecil juga takut ke situ kan."

Selama ini, pementasan ludruk maupun ketoprak dilakukan di bagian belakang gedung. Alhasil, tidak banyak pengunjung yang mau datang melihat.

"Aku pengen ludruk, ketoprak (dan kesenian lain) ada di depan," ujar Risma. "Karena selama ini ada di belakang, tidak ada orang yang mau datang."

Rencananya, Presiden United Cities and Local Governments Asia-Pacific tersebut akan membagi gedung Hi-Tech mall menjadi beberapa bagian. Ada bagian untuk pementasan ludruk, ketoprak, dan sebagainya. Pembagian itu akan dilakukan secara bertingkat.

"Makanya nanti kita bagi-bagi, ketoprak sebelah mana, ludruk sebelah mana," terang Risma. "Nah, kita bangunnya vertikal."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait