Menurut Prabowo, pemerintah sudah mengetahui adanya kebocoran anggaran negara tersebut.
- Nur Islamiyah
- Senin, 04 Maret 2019 - 07:50 WIB
WowKeren - Prabowo Subianto selaku calon presiden nomor urut 02 menyatakan bahwa dirinya akan membentuk tim khusus untuk mencari bukti adanya kebocoran kekayaan negara sebesar Rp 11 ribu triliun yang terjadi di Indonesia. Ia berjanji akan membentuk tim tersebut jika sudah resmi terpilih menjadi presiden di Pilpres 2019 ini.
"Kalau saya sudah dilantik saya akan segera bentuk tim untuk mencari bukti (kebocoran Rp11 ribu triliun) itu," ujar Prabowo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (3/3), seperti dikutip dari CNN Indonesia. Seperti diketahui, Prabowo sempat menyebut adanya kebocoran yang negara yang mengalir ke luar negeri.
Menurut Prabowo, pemerintah sudah mengetahui adanya kebocoran anggaran negara tersebut. Pada saat melaksanakan Program Pengampunan Pajak pada 2016 lalu, Presiden Joko Widodo memang pernah menyebutkan jumlah uang masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri mencapai Rp 11 triliun.
Namun, hingga program berakhir, total harga warga negara Indonesia di luar negeri yang dilaporkan hanya Rp 1.031 triliun. Sementara itu, yang berhasil ditarik ke dalam negeri dari total tersebut hanya Rp 147 triliun.
Hal tersebut rupanya membuat Prabowo bingung kenapa setiap kali berbicara terkait kebocoran kekayaan negara, dirinya selalu dimintai bukti. "Soal angka Rp11 ribu triliun ini justru pemerintah lebih tahu kalau memang minta bukti," jelasnya.
Prabowo juga kembali menyinggung terkait global government failure atau kegagalan pemerintah. Kegagalan tersebut menurut Prabowo dapat dilihat dari banyaknya ketimpangan ekonomi atau economic disparity.
"Satu persen menguasai semuanya, hampir. Tolong media hampir semuanya," kata Prabowo. "Food security, krisis ekonomi, orang itu enggak bisa enggak makan."
"Ketimpangan ekstrim, jadi kita lihat bahwa rata-rata kalau dibagi 10 orang, satu orang yang tertinggi dia menguasai 75 persen kekayaan," lanjutnya. "Orang yg termiskin malah kekayaannya minus karena dia berhutang. Mati pun kadang-kadang susah dia. Kenapa susah? Karena tidak ada yang biayai ongkos kirim dia ke desa untuk dimakamkan."
Sebelumnya, Prabowo menyebut bahwa anggaran negara telah "bocor" dengan perkiraan sebesar 25% saat berpidato di HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Hall Sport Kelapa Gading, Jakarta Utara, 6 Februari lalu. Prabowo pun menuturkan bahwa "kebocoran" tersebut sudah ia hitung dan tulis di bukunya.
"Saya hitung dan saya sudah tulis di buku, kebocoran dari anggaran rata-rata, taksiran saya mungkin lebih, sebetulnya 25% taksiran saya anggaran bocor," ujar Prabowo. "Bocornya macam-macam."
(wk/nris)