Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Sebut Prabowo Sosok yang Tak Peduli dengan Data
Nasional

Hasto menjelaskan perbedaan gaya kepemimpinan Jokowi dengan Prabowo.

WowKeren - Sebagai calon presiden penantang, Prabowo Subianto kerap menyoroti kinerja pemerintah yang dianggapnya masih belum maksimal. Pernyataannya terkait bocornya uang negara sejumlah ribuan triliun masih menjadi perbincangan yang cukup hangat.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin Hasto Kristiyanto menyebut bahwa apa yang dikatakan Prabowo tidak sesuai dengan data yang ada. Ia menilai bahwa Capres 02 tersebut adalah sosok yang tidak peduli dengan data.

"Pak Prabowo kan sosok yang paling tidak peduli dengan data," kata Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Senin (4/3). "Karena dulu mengatakan 99 persen rakyat Indonesia miskin, terus kemudian bocor dan bocor."

Menurut Hasto, pernyataan-pernyataan tersebut justru menunjukkan bahwa kubu Prabowo tidak mementingkan fakta dan kebenaran yang berdasarkan data. Sebaliknya, Prabowo hanya mengedepankan kompetensi dan retorika.

"Dan itu menunjukkan," lanjut Hasto. "Persoalan kompetensi dan retorika itu jauh lebih penting bagi tim kampanye Prabowo-Sandi."


Politikus PDIP itu semakin yakin dengan sifat Prabowo yang tidak mementingkan data dengan melihat dari pernyataan Capres 02 beberapa waktu lalu. Kala itu Prabowo gencar menolak kebijakan pemerintah untuk mengimpor bahan pangan, namun tidak pernah mau memberikan solusi yang konkret untuk mengatasi permasalahan yang terjadi.

Inilah yang membedakan Prabowo dengan Jokowi. Tidak seperti Prabowo yang sibuk mengkampanyekan penghentian impor pangan, Jokowi justru lebih memilih untuk lebih totalitas dalam membangun infrastruktur pertanian. "Di tingkat implementasi kebijakan kita memerlukan waduk, kita memerlukan pengaliran air primer, tersier, sekunder," ujar Hasto.

Jokowi, menurut Hasto, telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan swasembada pangan di Indonesia. Misalnya pemilihan bibit benih yang unggul serta pengorganisasian petani.

"Kita memerlukan benih unggul agar petani kita menghasilkan padi yang unggul," jelas Sekjen PDIP itu. "Kita perlu pengorganisasian petani, kita perlu distribusi pupuk yang baik."

Dibandingkan Prabowo, pola kepemimpinan Jokowi lebih implementatif yang berpihak pada rakyat. Hal itulah yang menjadi pembeda nyata antara kompetensi Jokowi dengan Prabowo.

"Jadi apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi menunjukkan bahwa di sini kepemimpinan teknokratik implementatif kerakyatan. Yang di sana kepemimpinan retorik, " tutur Hasto. "Ini adalah ukuran yang nyata kompetensi dari seorang pemimpin."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait