Kampanye hitam kembali menyerang Jokowi, kali ini ia disebut akan menghapus mapel Agama dan juga mengganti pesantren jika terpilih lagi di Pilpres.
- Silmi Amalia Fidareni
- Selasa, 05 Maret 2019 - 16:45 WIB
WowKeren - Sebuah video menjadi viral usai disebut menjadi kampanye hitam yang menyerang presiden petahana Joko Widodo. Dalam video tersebut, seorang ibu-ibu terlihat tengah mengampanyekan paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, ia juga menyudutkan Jokowi dengan mengatakan jika mata pelajaran Agama dan pesantren akan dihapus.
"Kalau kita pilih Prabowo itu, kita pikirkan nasib agama kita, anak-anak kita walaupun kita tidak menikmati. Tapi besok lima tahun atau 10 tahun akan datang ini, apakah kita mau kalau pelajaran agama dihapuskan oleh Jokowi bersama menteri-menterinya?" terang ibu-ibu tersebut seperti dikutip dari Detik pada Selasa (5/3). "Itu Kan salah satu programnya mereka. Yang pertama, pendidikan agama dihapus di sekolah-sekolah. Terus rencananya mereka itu menggantikan pesantren. Itu akan menjadi sekolah umum dan berbagai macam cara untuk ini."
Video yang disebut berlokasi di Sulawesi Selatan itu turut mendapatkan tanggapan dari Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi. Mengutuk dan menyebut kampanye yang menyudutkan paslon 01 itu sebagai fitnah yang keji.
"Cara-cara semacam ini sangat keji karena mengungkapkan sesuatu yang sama sekali tidak niatkan, apalagi mau dilakukan," ujar Ketua TKD Sulses, Syamsul Bachri seperti dilansir Detik pada Selasa (5/3). "Jadi saya sangat menyayangkan ibu-ibu itu. Saya tidak tahu siapa yang meracuni pikirannya dia mengungkapkan seperti itu. Ini praktik yang tidak terpuji dan sangat terkutuk menurut saya."
Diketahui, video kampanye hitam oleh ibu-ibu menjadi hangat diperbincangkan belakangan. Sebelumnya, kampanye hitam tiga orang ibu-ibu yang menyatakan jika perkawinan sejenis akan sah jika Jokowi terpilih kembali juga menjadi viral.
Menanggapi kampanye hitam yang menyerangnya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku geram. "Ada katanya, nanti kalau Presiden Jokowi menang enggak boleh azan. Wah niki pun (ini sudah) kebangetan," ujar Jokowi saat membagikan 1.500 sertifikat tanah di Cilacap, Jawa Tengah, pada Senin (25/2) kemarin.
(wk/silm)