Sebelumnya, TKN Jokowi memprotes kriteria presiden harus jago bahasa Inggris, mereka lantas mengusulkan Cinta Laura saja.
- Silmi Amalia Fidareni
- Selasa, 05 Maret 2019 - 17:24 WIB
WowKeren - Ribut soal siapa yang pantas jika kriteria calon presiden harus jago bahasa Inggris menyeruak. Pasalnya, pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo menyebut jika Cinta Laura lebih pantas dari Prabowo Subianto.
Tak disangka, Cinta Laura menanggapi ramai "pencalonan" dirinya menjadi capres. Namun, Cinta menyebut jika menjadi presiden adalah pekerjaan yang berat. Maka, ia menyarankan agar tugas tersebut diemban oleh Jokowi saja. "Jadi Presiden itu berat! Biar Pak @jokowi saja!" bunyi cuitan Cinta di akun Twitter miliknya pada Selasa (5/3).
Pendapat Cinta Laura lantas mendapatkan respon dari kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo. Mereka mengamini jika pekerjaan presiden memang berat. Oleh karena itu, mereka lantas meminta Cinta Laura untuk menjadi penyanyi saja.
"Jadi presiden memang berat. Cinta Laura itu belum bisa jadi presiden. Nanti ke depan baru, he'eh, gitu," ujar juru debat BPN, Ahmad Riza Patria kepada wartawan pada Selasa (5/3). "Jadi ke depan nanti Cinta Laura sebagai generasi muda nanti ada waktunya jadi petinggi bangsa. Sekarang Cinta Laura nyanyi aja dululah, sekolah yang baik."
Selanjutnya, Ahmad Riza mengaku tak tersindir dengan guyonan Cinta Laura disebut lebih pantas jadi presiden dibandingkan Prabowo karena lebih jago bahasa Inggris. "Enggak (tersindir) dong. Ya memang jadi presiden itu berat, makanya Cinta Laura belum waktunya. Jadi enggak semua pilihannya, karena yang bisa jadi capres itu sekarang cuma dua, Pak Jokowi sama Pak Prabowo," jelas Ahmad Riza.
Sebelumnya, usulan soal Cinta Laura lebih pantas menjadi presiden disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto. Ia menyatakan jika kemampuan presiden tak hanya diukur dari kemampuan bahasa Inggrisnya saja.
"Kalau jadi presiden bahasa Inggris-nya harus hebat, Pak Prabowo kalah sama Cinta Laura," ucap Hasto di Wood Stairs Cafe, Lampung, pada Minggu (3/3). "Cinta Laura saja yang jadi presiden, kira-kira seperti itu."
(wk/silm)