Harvey Malaiholo Jelaskan Gejala Autoimun Ibunda Mikha Tambayong Sebelum Wafat
WowKeren/Fernando
Selebriti

Harvey Malaiholo juga mengungkapkan perasaannya kala tak bisa menemani sang adik di saat-saat terakhirnya.

WowKeren - Acara pemakaman ibunda Mikha Tambayong, Deva Sheila, telah digelar pada Selasa (5/3). Sebelumnya, paman Mikha sekaligus penyanyi Harvey Malaiholo mengungkapkan bahwa sang keponakan masih syok, sehingga belum bisa ditemui.

Harvey juga mengungkapkan bahwa Mikha merasa sangat terpukul, lantaran tak bisa berada di sisi sang bunda sebelum mengembuskan nafas terakhir. Pasalnya, artis berusia 24 tahun tersebut sedang mengisi acara Java Jazz bersama Harvey pada hari wafatnya sang bunda, Minggu (3/3).

Saat menerima kabar meninggalnya sang adik, Harvey sempat ragu lantaran ingin memberitahu Mikha usai tampil dari panggung. Namun, Harvey akhirnya memberi kabar duka tersebut kepada Mikha sebelum tampil.

"Beliau kan meninggal pukul 5 sekian. Kami sudah di venue pukul 6 dan yang ditugaskan untuk beri tahu kabar itu istri saya. Tadinya istri mau tahan beritanya sampai selesai manggung," ujar Harvey kepada WowKeren usai acara pemakaman di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan, pada Selasa (5/3). "Tapi tidak mungkin karena jarak waktu sampai manggung itu 3 jam lebih. Akhirnya berita disampaikan itu puncak Mikha terpukul banget."

Lebih lanjut, Harvey menjelaskan bahwa penampilannya Mikha di acara Java Jazz akhirnya dibatalkan. "Saya enggak bisa gambarin deh gimana kesedihan dia. Akhirnya kita batalkan penampilan Mikha, tapi saya sebagai headliner tidak bisa membatalkan begitu saja. Saya akhirnya jalankan sampai selesai," sambung Harvey.

Meski tak bisa langsung pulang menemani Mikha, Harvey tak kalah merasa terpukul atas kepergian sang adik untuk selama-lamanya. Penyanyi berusia 56 tahun ini mengaku sampai frustrasi saat menunggu gilirannya tampil di acara tersebut.


"Sangat sedih tentu. Bayangkan saja, sebagian dari jiwa anda tidak ada. Itu yang saya rasakan. Saat saya nyanyi mungkin sedih itu bisa diatasi," ungkap Harvey. "Tapi yang buat sulit adalah saat menunggu. Karena kan selang waktunya itu 3 jam jelang manggung. Itu buat saya frustasi. Saya ngerasanya waktu lama sekali."

Selanjutnya, Harvey menceritakan bahwa Mikha tak bisa berkomunikasi dengan sang bunda selama beberapa hari sebelum wafat. Pasalnya, ibunda Mikha dirawat di ruangan intensif dengan harapan pengobatannya berjalan maksimal.

"Masih sempat ketemu, tapi kan ibunya itu sudah 5 hari di ICU jadi sudah ditidurkan supaya pengobatannya bisa dilakukan secara maksimal," kata Harvey. "Jadi enggak ada komunikasi. Sejak 5 hari sebelumnya memang tidak ada komunikasi."

Ibunda Mikha sendiri diketahui mengidap penyakit autoimun, dimana kondisi sistem kekebalan tubuh seseorang dapat menyerang jaringan tubuh yang sehat. Harvey mengatakan bahwa sang adik sudah menunjukkan gejala penyakit autoimun sejak tahun lalu, yang awalnya dikira hanya alergi. Jenazah Deva juga dimakamkan dalam satu liang dengan ayah Harvey.

"Daya imunnya turun jadi bakteri menyerang. Sudah ada gejala sejak tahun lalu," jelas Harvey. "Tapi kita kiranya alergi sampai akhirnya dia tes baru ketahuan (menderita autoimun). (Dimakamkan satu liang dengan) ayah kami."

(wk/evaa)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait