Selama ini, Kartu Prakerja Jokowi disoal lantaran pemerintah dianggap menggaji pengangguran yang justru akan membebani APBN.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 11 Maret 2019 - 15:29 WIB
WowKeren - Salah satu rencana calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi jika menang Pilpres 2019 adalah membuat program kartu untuk mensejahterakan rakyat. Salah satunya yakni Kartu Prakerja.
Sayangnya, rencana ini mendapat kritikan dari sejumlah pihak, terutama oleh lawan politiknya. Pihak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempertanyakan sumber anggaran yang akan dipakai oleh Jokowi untuk menjalankan program tersebut.
Tak hanya itu, Kartu Prakerja juga dinilai kurang efektif untuk mensejahterakan publik. Pasalnya, para pemegang kartu nantinya akan menerima honor cuma-cuma dari pemerintah selama kurun waktu tertentu. Tentu saja, hal ini dikhawatirkan akan membahayakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Terkait hal ini, Jokowi memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa dengan kartu tersebut bukan berarti pemerintah memberikan gaji kepada para pengangguran. Ia minta agar publik tak mudah termakan oleh isu-isu semacam itu.
"Bukannya memberikan gaji pada yang nganggur," kata Jokowi di Festival Satu Indonesia di Gedung Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/3). "Jadi kalau ada isu itu harus bisa jawab."
Jokowi menjelaskan bahwa Kartu Prakerja akan diberikan pada siswa lulusan sekolah menengah atas, kejuruan, maupun perguruan tinggi. Dengan kartu tersebut diharapkan mereka dapat mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan bidang masing-masing.
Bagi para pemegang kartu, nantinya akan menerima dana insentif. Ia tidak setuju jika hal itu disamakan dengan pemberian gaji pada pengangguran.
Justru dengan insentif tersebut diharapkan dapat menjadi pendorong bagi mereka untuk lebih giat mencari pekerjaan. Jokowi juga menegaskan bahwa pemberian insentif tersebut tidak untuk selamanya, namun ada batasan waktu, yakni antara 6 hingga 12 bulan.
"Ada insentif, tapi dalam kurun waktu tertentu," terang Jokowi. "Ini untuk memacu supaya pemegang kartu ini bisa lebih semangat mendapatkan kerja. Bukan berikan gaji pada yang nganggur."
Hal yang sama juga sebelumnya pernah disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Moledoko menegaskan bahwa pemberian honor kepada para pemegang Kartu Prakerja ada jangka waktunya.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa kartu ini tidak akan diberikan secara sembarangan. Akan ada tim khusus yang bertugas untuk memeriksa apakah calon penerima kartu memenuhi kriteria tertentu seperti yang diminta.
(wk/zodi)