Saat berkampanye di Karawang, Jawa Barat, Prabowo menghimbau para pendukungnya untuk mengawal proses pemungutan suara.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 29 Maret 2019 - 20:32 WIB
WowKeren - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, berkampanye di Karawang, Jawa Barat, pada Jumat (29/3). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo meminta para pendukungnya untuk "berlebaran" di tempat pemungutan suara (TPS) untuk mengawal proses pengambilan suara.
"Tanggal 17 April jaga TPS, tanggal 17 April bawa lontong, bawa ketupat, bawa sarung, bawa tikar," ujar Prabowo di Lapangan Galuh Mas. "Kita lebaran di TPS."
Menurut Prabowo, 17 April mendatang merupakan hari penentuan. Sehingga, ia meminta agar rakyat tak salah pilih. Pasalnya, nasib Negara Indonesia selama 5 tahun ke depan akan ditentukan pada hari itu.
"Kita lebaran di TPS. Yang punya makan bagi yang tidak punya makan. Satu hari, satu hari adalah hari rakyat menang, rakyat harus menang," jelas Prabowo. "Prabowo tidak penting, Prabowo itu manusia dia tidak penting dia hanya alat untuk rakyat."
Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mengaku bahwa dirinya ingin rakyat bahagia, adil, dan makmur. Sehingga ia muak melihat rakyat yang terus menderita di negaranya sendiri. "Karena itu, saya saya merasa berkewajiban untuk selalu bersama rakyat," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga sempat menyinggung soal elite yang ada di Jakarta. Ia mengaku sudah muak dengan para elite yang hanya memeras uang rakyat.
"Saya tidak mau, saya saja mantan letnan jenderal, saya saja muak dengan elite-elite yang di situ tiap hari memikirkan bagaimana menipu orang lain," ucap Prabowo dalam pidatonya. "Saya enggak tahu wataknya itu keturunan mana saya enggak tahu."
Di sisi lain, Prabowo juga sempat membocorkan beberapa nama yang akan menjadi Menteri di kabinetnya apabila ia terpilih sebagai Presiden. Di antaranya ada nama Agus Harimurti Yudhoyono dan Zulkifli Hasan.
"Itu orang-orang yang akan duduk di kabinet saya," tutur Prabowo di lapangan Sidolig, Kota Bandung, Kamis (28/3). "Jadi buat apa sembunyi-sembunyi, kalian mau beli kucing dalam karung."
(wk/Bert)