Moeldoko Tanggapi Tudingan Prabowo: Jokowi Diteriaki Saja Enggak Dengar Apalagi Dibisiki
Nasional

Dalam debat Pilpres keempat pada Sabtu (30/3), Prabowo sempat menuding Jokowi mendapatkan bisikan-bisikan informasi tak valid yang bersifat 'Asal Bapak Senang'.

WowKeren - Dalam debat Pilpres 2019 keempat, Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sempat mengungkapkan masalah dalam pertahanan keamanan. Menurut Prabowo, Joko Widodo mendapatkan informasi yang tidak benar dari para pembisiknya.

"Masalah pertahanan keamanan saya kira, maaf, Pak Jokowi mungkin dapat bisikan kurang tepat. Rp 170 triliun, lima persennya dari APBN. Sementara Singapura 30 persen," tutur Prabowo dalam debat, Sabtu (30/3). "Kalau ketemu panglima, 'Aman semua, terkendali pak. Radar cukup pak'. Pak, tidak benar. Jadi itu saja pak. Saya tidak menyalahkan bapak, ini budaya Indonesia. ABS (Asal Bapak Senang)."

Menanggapi tudingan Prabowo, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin pun memberikan tanggapannya. Menurut Ketua Harian TKN, Moeldoko, Jokowi adalah sosok yang tidak mudah percaya pada orang lain.

"Sayangnya Jokowi enggak bisa begitu, Jokowi enggak bisa mudah percaya,” ujar Moeldoko dalam Konferensi Pers Debat Keempat Capres Pemilu 2019 di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu. "Jokowi enggak bisa mudah percaya, diteriaki saja enggak dengar apalagi dibisiki.”


Moeldoko pun membantah adanya budaya ABS dalam pemerintahan Jokowi. Ia juga menegaskan bahwa sang Capres petahana tidak mudah percaya pada informasi yang diterimanya. “Ini harus dibedakan, tidak juga seolah-olah bahwa semuanya karena bisikan,” tegas Moeldoko.

Meski demikian, Moeldoko juga menjelaskan perihal data analisis yang salah. Menurut Kepala Staf Kepresidenan tersebut, analisis yang tidak tepat bisa saja terjadi karena semua hal memiliki sifat dinamis yang tinggi. Namun bukan berarti kesalahan analisis tersebut terjadi karena bisik-bisik ABS seperti yang ditudingkan.

Di sisi lain, dalam debat Pilpres keempat tersebut Prabowo juga sempat mengamuk kala mendengar ada pihak yang tertawa di tengah pembicaraan. Ia heran mengapa ada yang tertawa kala mereka membahas rapuhnya pertahanan negara.

Meski demikian, Prabowo sudah sempat meminta maaf kepada Jokowi karena bersuara terlalu keras. Ia menyebut dirinya sebagai orang yang berasal dari Banyumas dan Minahasa.

"Maaf pak suara saya keras, saya ini setengah Banyumas, setengah Minahasa. Bapak kan Solo, halus," kata Prabowo di tengah panggung. "Jadi kalau Banyumas itu Batak-nya orang Jawa."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait