Megawati Kecam Golput: Tidak Punya Harga Diri, Jangan Jadi Warga Negara Indonesia
Twitter/PDI_Perjuangan
Nasional

Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri menyatakan bahwa setiap orang yang tak mau memilih pemimpin sama halnya dengan tak menjalankan kewajiban sebagai warga negara yang baik.

WowKeren - Masalah golput alias golongan putih yang tak memberikan hak suara mereka dalam pemilu masih menjadi permasalahan serius di Indonesia. Isu mengenai golput ini kembali ramai dibahas jelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang akan berlangsung 17 April mendatang.

Mantan Presiden Indonesia, Megawati Soekarnoputri memberikan kecaman terhadap masyarakat yang memilih untuk golput. Ketua Umum PDI-P tersebut mengatakan jika masyarakat yang golput merupakan pengecut.

Tak hanya itu, putri kandung mantan presiden Soekarno itu juga mengatakan jika kelompok golput merupakan orang yang tak punya pendirian. "Itu artinya tidak punya harga diri, kalau mau golput jangan jadi warga negara Indonesia," ujar Megawati pada saat Rapat Umum PDI-P di GOR Pandawa, Solobaru, pada Minggu (31/3).

Wanita yang pernah menjabat sebagai Presiden Indonesia kelima itu juga menyindir masyarakat yang memilih golput, namun masih hidup enak di Indonesia. "Kalau tidak mau memilih memangnya kalian hidup di mana. Golput, tetapi enak-enakan cari rezeki di Indonesia," sambung Megawati.


Di sisi lain, Megawati juga menyinggung perihal adanya isu yang mengatakan jika kader PDI-P sudah pasti menang. Ia menyebut masih banyak instruksi bodong yang menyatakan ajakan untuk tak memilih PDI-P.

"Pasti nanti ada orang yang bilang 'sudah tidak usah ke TPS, tidak usah pilih PDI Perjuangan. Tanpa kamu pilih pasti PDI Perjuangan menang karena pendukungnya banyak," terang Megawati. "Jangan dengarkan dan jangan ikuti perintah itu."

Di sisi lain, imbauan agar tak golput juga disampaikan oleh Menko Polhukam, Wiranto. Ia bahkan mengajukan wacana untuk menjerat para pengajak golput dengan UU Terorisme. Wiranto menyebutkan bahwa orang yang mengajak golput merupakan pengacau yang harus ditindak.

"Ya itu kan sudah kita diskusikan. Kalau mengajak golput itu yang namanya mengacau," ujar Wiranto di Hotel Grand Paragon, Jakarta pada Rabu (27/3). "Itu kan mengancam hak kewajiban orang lain. UU yang mengancam itu."

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait