MUI Halalkan Babi-LGBT Legal, Jokowi Minta Cermati Hoaks dengan Pikiran dan Akal Sehat
Instagram/jokowi
Nasional

Menkominfo merilis jumlah hoaks yang tersebar di dunia maya meningkat jelang Pemilu 2019 mendatang. Hoaks yang mencapai ratusan tersebut meningkat tajam dan banyak berbau politik.

WowKeren - Jelang Pemilu 2019, Menteri Komunikasi dan Indormatika, Rudiantara, memaparkan jika jumlah hoaks alias berita bohong masih berkembang. Rudiantara menjelaskan jika jumlah hoaks mencapai hingga ratusan.

Semakin dekat dengan Pilpres di 17 April mendatang, total ada sekitar 175 hoaks di bulan Januari kemarin, kemudian meningkat jadi 353 hoaks pada bulan Februari. Parahnya, pada bulan Maret, hoaks yang kebanyakan berbau politik ini telah mencapai 453 hoaks.

Menanggapi fenomena merebaknya hoaks yang semakin santer jelang Pemilu, Presiden Joko Widodo memberikan imbauan. Melalui cuitan Twitter resmi presiden, Jokowi mencontohkan beberapa jenis hoaks.

View this post on Instagram

“MUI diminta halalkan babi panggang. Panadol adalah tisu basah yang dikeraskan. LGBT dan aborsi dilegalkan. Ular mati karena makan wajan. Tuyul tertangkap di Blitar. Sapi menangis peluk pemiliknya sebelum disembelih.” Dan ratusan kabar lainnya. Lha, itu berita-berita apa? Inilah beberapa dari ratusan kabar muslihat alias hoaks yang berseliweran sepanjang bulan Maret 2019, dari soal politik, kesehatan, pemerintahan, tokoh, agama, sampai yang mengarah ke penipuan. Berita-berita ini sampai ke tangan kita melalui internet, media sosial dan grup-grup percakapan, tanpa mengenal waktu. Di antara hoaks itu, tak sedikit tentang saya pribadi. Misalnya, bahwa nama asli saya Herbertus Handoko Joko Widodo bin Oei Hiong Liong. Jokowi salat jenazah pakai duduk, atau Jokowi minta masyarakat beralih ke mata uang Tiongkok. Dengan menggunakan pikiran dan akal sehat, apalagi disertai sedikit usaha untuk menelusuri informasi yang sebenarnya, kita tahu semua itu hoaks belaka. Saya percaya, mereka yang berakal sehat dan berpikiran jernih, takkan termakan dan terpukau oleh informasi sesat. Mari, sama-sama memeriksa isi berita sebelum disebar, menyaring faktanya sebelum membagikan ke khalayak ramai.


A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

"MUI diminta halalkan babi panggang. Panadol adalah tisu basah yang dikeraskan. LGBT dan aborsi dilegalkan. Ular mati karena makan wajan'" tulis Jokowi dalam cuitan pada Selasa (2/4). "Ini beberapa dari ratusan hoaks sepanjang Maret 2019."

Setelah mencontohkan beberapa kabar miring yang banyak beredar di internet, presiden petahana tersebut lantas mengimbau masyarakat untuk berhati-hati pada hoaks. Jokowi meminta agar selalu cek fakta terlebih dahulu. "Dengan pikiran, akal sehat, dan mengecek fakta: kita tahu semua itu hoaks belaka," pungkas Jokowi.

Jokowi juga membagikan imbauan waspada hoaks ini melalui Instagram pribadinya. Masih sama-sama berisi kewaspadaan pada hoaks, mantan Walkot Solo ini juga mengaku yakin jika masyarakat yang sehat dan berpikiran jernih, tak akan termakan dan terpukau oleh informasi sesat.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait