Perwakilan TKN menyatakan jika first lady merupakan orang yang terlibat pernikahan sah dengan kepala negara. TKN mempertanyakan apakah Titiek Soeharto serius atau bercanda.
- Silmi Amalia Fidareni
- Rabu, 03 April 2019 - 08:43 WIB
WowKeren - Mantan istri calon presiden Prabowo Subianto, Titiek Soeharto menyinggung perihal ibu negara jika capres 02 itu menang. Titiek menyampaikan hal tersebut saat hadir dalam kampanye akbar di Lapangan Kemiri, Purworejo, pada Selasa (2/4).
"Kita ke TPS jihad pakai paku-paku untuk mencoblos, tidak perlu jihad pakai bom. Awasi juga TPS," sambung Titiek. "Jika Prabowo menang, Ibu Titiek jadi ibu negara itu urusan belakangan."
Terkait ucapan Titiek tersebut, pihak Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin memberikan tanggapan. Perwakilan TKN menyindir dengan mengatakan jika ibu negara merupakan seseorang yang terlibat perkawinan sah dengan kepala negara. TKN juga mempertanyakan apakah Prabowo dan Titek sudah rujuk.
"Ibu Negara atau First Lady yang saya tahu terikat perkawinan yang sah," ujar juru bicara TKN, Lena Maryana Mukti, pada Selasa (2/4) kemarin. "Pertanyaan saya, apakah beliau berdua sudah menikah kembali? Publik atau setidaknya saya tahunya beliau berdua sudah berpisah."
Terkait hal tersebut, Lena juga tak mengetahui pasti apakah Titiek menyampaikan pernyataan tersebut dalam konteks bercanda atau tidak. "Bisa ditanya kepada yang bersangkutan, apakah beliau bercanda. Urusan privat terkait status ikatan perkawinan keduanya lebih baik ditanyakan langsung ke yang bersangkutan," pungkas Lena.
Sementara itu, perwakilan TKN yang lain, yakni Tiurmaida Tampubolon, balik menanyakan soal apa yang terjadi jika Prabowo kalah Pilpres. Apakah Titiek akan tetap rujuk atau tidak. Namun, Tiur berharap Titiek benar-benar menjadi pendamping hidup yang berada bersama Prabowo baik menang maupun kalah.
"Menarik sekali Mbak Titiek Soeharto bicara soal jadi ibu negara Prabowo jika menang Pilpres 2019. Publik lalu bertanya, jika kalah? Enggak jadi baikan/rujuk dong," ucap Tiur pada Selasa (2/4). "Artinya adalah mulia bila Mbak Titiek bersedia mendampingi, menjalani, kompleksnya kehidupan saat nanti Pak Prabowo menang maupun kalah. Jangan pas (Prabowo) menang jadi presiden baru (Titiek) mau menjadi pendamping/ibu negara karena pada dasarnya Mbak Titiek dan Pak Prabowo adalah pasangan serasi sebelum berpisah."
(wk/silm)