Megawati mengaku mengenal baik Prabowo dan membenarkan bahwa Ketum Gerindra tersebut memang tampak 'meletup-letup' di mata orang yang tak mengenalnya.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 03 April 2019 - 08:55 WIB
WowKeren - Debat Pilpres 2019 keempat pada Sabtu (30/3) kemarin ternyata mengundang tawa Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri. Meski demikian, Megawati menyebut bahwa baik Joko Widodo maupun Prabowo Subianto memiliki tujuan yang sama, yakni memperbaiki Indonesia.
"Bu, kenapa ketawa sendiri? Saya cuma mikir gini, itu kan sebuah gambaran pola pikir karena Pak Jokowi datang dari kalangan sipil, yang satu dari muda di militer," tutur Megawati dalam sambutan acara penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) di kantor DPP PDI-P, Selasa (2/4). "Padahal, kalau dipikir, sama-sama bertujuan baik. Sama-sama ingin memperbaiki Indonesia dan sama-sama memperkuat militer."
Menurut Megawati, dirinya memang mengenal baik Prabowo. Putri proklamator Soekarno tersebut mengaku bahwa Prabowo memang tampak "meletup-letup" di mata orang yang tak mengenalnya. Namun, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga disebut memiliki guyonan atau candaan yang sangat lucu.
"Jadi saya ketawanya itu kenapa, sampai Pak Prabowo itu kan memang saya kenal beliau. Kan orangnya seperti yang dia bilang, 'saya ini keturunan Banyumas dan Minahasa, jadi meletup'," jelas Megawati. "Tapi kan seneng guyon juga, Bu, guyon ya guyon. Tapi kalau lagi emosi 'bup' 'bup' gitu kan. Kalau belum kenal ya begitu. Jadi saya pikir, 'wah wah'."
Diketahui, dalam debat Capres kemarin Prabowo sempat menegaskan bahwa dirinya merupakan sosok TNI yang lebih dari TNI. Megawati pun menilai pernyataan tersebut tidak masuk akal. Pasalnya, TNI merupakan sebuah institusi, bukannya individu.
"Ketika beliau bilang 'saya ini TNI', padahal perorangan, kan artinya jadi lebih dari TNI. Padahal TNI ini kan institusi lo. Waduh Mas Bowo iki keliwatan nih piye to (bagaimana sih)," tutur Megawati. "Saya ingin tahu kesan dari jenderal-jenderal kayak opo (apa) itu dibilang lebih TNI itu yang koyo opo (kaya apa), Pak."
Dalam acara penyerahan KTA tersebut, hadir pula sejumlah habaib, ulama, purnawirawan TNI-Polri, serta akademisi yang bergabung menjadi anggota PDI-P. Di antaranya adalah Habib Husein Muhdar Al Mohdar seorang tokoh agama Jawa Timur dan Habib Ali Assegaf yang merupakan Staf Khusus Gus Dur dan Said Aqil Siraj.
Acara tersebut juga dihadiri pula Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto didampingi sejumlah pengurus pusat. Seperti Djarot Saiful Hidayat dan Andreas Hugo Pareira.
(wk/Bert)