Amien Rais hadir di acara kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Solo, Jawa Tengah. Petinggi PAN itu berbicara soal keunggulan paslon 02 yang anti asing.
- Silmi Amalia Fidareni
- Rabu, 10 April 2019 - 17:12 WIB
WowKeren - Amien Rais memberikan pernyataan dukungan kepada calon presiden 02, Prabowo Subianto. Pria yang menjabat sebagai Dewan Penasihat BPN Prabowo-Sandiaga Uno itu meminta masyarakat untuk tak ragu memenangkan paslon 02 tersebut.
Selain itu, Amien juga menjelaskan beberapa keunggulan Prabowo kepada para hadirin yang datang di kampanye Prabowo di Solo. Selain mengandalkan Prabowo yang cinta Tanah Air, Amien juga menjanjikan pemerintahan Prabowo akan bebas dari pihak asing.
"Kita terus berdoa. Emak-emak milenial, Bapak-Ibu semua, kita tinggal beberapa hari lagi. Salat, mohon kepada Allah. Mudah-mudahan kita diberi presiden baru," ujar Amien di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (10/4). "Yang lebih cinta pada bangsanya, lebih cinta pada rakyatnya. Yang tidak pernah menjual ke pihak asing dan aseng."
Amien kemudian menjelaskan perkara aksi Prabowo menggebrak meja yang viral belakangan ini. "Pak Prabowo marah karena melindungi bangsa dan negara. Dibuka lagi YouTube itu. Adik-adikku, TNI-Polri, pegang sumpah prajurit pegang Sapta Marga. Dia sampai menggeber itu untuk melindungi bangsa," tegas Amien.
Yakin Prabowo menjadi presiden, Amien juga menyebut jika DNA para pemimpin bangsa mengalir di darah Mantan Danjen Kopassus itu. Petinggi PAN itu menyebut ada tiga tokoh bangsa yang memengaruhi Prabowo.
"Prabowo mengambil 3 DNA yang hebat-hebat. DNA Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Tomo," sambung Amien. "Tiga DNA 'bung' ini ada dalam diri Pak Prabowo."
Lebih lanjut, Amien juga menyampaikan sindirian kepada rival Prabowo, Joko Widodo. Menyampaikan sindiran keras, Amien menyebut Jokowi sebagai pemimpin yang plonga-plongo.
"Pak Prabowo tidak akan membeda-bedakan agama, suku bangsa, etnis, asal-usul dll. Itulah keunggulan Prabowo-Sandi," terang Amien. "Kedua, pemimpin sejati itu harus bisa marah. Kalau pemimpin cuma plonga-plongo, cuma ndak nduk, cuma 'aku 4,5 tahun dionek-onekke aku sabar, ning saiki lawan'."
(wk/silm)