Mus Mulyadi Meninggal Usai 37 Tahun Perangi Diabetes, Dulu Nyaris Bunuh Diri Saat Alami Kebutaan
Selebriti

Pelantun 'Jembatan Merah', Mus Mulyadi, yang juga kakak Mus Mujiono itu wafat di usia 73 tahun setelah berjuang melawan diabetes dan menderita komplikasi sejak didiagnosa dokter pada 1982. Pelantun 'Jembatan Merah', Mus Mulyadi, yang juga k

WowKeren - Maestro Keroncong Indonesia, Mus Mulyadi, telah meninggal dunia. Kabar duka wafatnya Mus Mulyadi itu diungkap oleh putranya, Erick Renanda Haryadi, Kamis (11/4).

Erick sempat menuliskan pesan haru untuk mengucapkan selamat tinggal pada penyanyi kelahiran 14 Agustus 1945 itu. "Selamat jalan Papa, papa udah ga sakit lagi... maaf in aku yang belum bisa membahagiakan papa❤️ papa sudah bersama Bapa disurga. Amin," tulis Erick.

Sementara itu, adik dari Mus Mulyadi, Mus Mujiono, belum mengungkap apapun atas meninggalnya sang kakak. Sebelum wafat, Mus Mulyadi sudah 37 tahun berjuang melawan diabetes.

Pelantun "Jembatan Merah" tersebut dulunya didiagnosa menderita diabetes pada tahun 1982. Akibat penyakit turunan keluarga tersebut, suami dari penyanyi Helen Sparingga itu harus kehilangan gigi hingga penglihatannya. Ia sempat dioperasi untuk memulihkan kondisinya itu.

View this post on Instagram

❤️Selamat jalan Papa, papa udah ga sakit lagi... maaf in aku yang belum bisa membahagiakan papa❤️ papa sudah bersama Bapa disurga. Amin


A post shared by Erick Haryadi (@erick_mus) on

"Aku kontrol ke dokter Jerman, ternyata gulaku itu sampai 460 dengan keadaan badan saya beratnya 73 kilogram. Aku disuruh diet. Tiap makan harus 2 ribu kalori. Setelah itu turun berat badan sampai 62 kilogram," curhat Mus Mulyadi di 2010. "Waduh bingung, putus asa aku. Udah nggak kelihatan sama sekali. Kata dokter janjikan tanggal 23 Desember. Langsung dioperasi, dokter angkat tangan. Kata dokter ada katarak dan dibenarkan retinanya. Setelah itu lemes banget, kayak kehidupan itu nggak ada."

Mus Mulyadi sempat tekanan batin. Dalam wawancara dengan majalah NOVA, Mus Mulyadi mengaku takut ditinggal penggemar jika ia tampil dalam keadaan buta. Ia mengurung diri di kamar hingga terpikir untuk bunuh diri. Untungnya Mus Mulyadi masih mengingat Tuhan dan mengurungkan niatnya tersebut.

"Bagaimana perasaanku ketika dua mataku tak bisa melihat sama sekali? Tentu saja syok bukan kepalang. Selama empat hari aku merasa marah kepada diriku sendiri," kata Mus Mulyadi. "Merasa tak berguna. Aku semakin terpukul ketika pada Hari Natal lalu, anak-anak dan cucu-cucuku yang bermukim di Australia datang. Aku tak bisa lagi bermain bersama cucuku yang berumur 5 tahun. Padahal, biasanya tiap kami ketemu, aku suka main gitar untuknya, lalu ia yang menabuh drum. Aku sedih sekali."

"Seingatku, selama empat hari aku mengurung diri di kamar. Yang mengerikan, saat istriku sedang tidak ada di rumah, aku pernah berniat bunuh diri, aku takut ditinggalkan penggemar," kata Mus Mulyadi mengisahkan pengalamannya di 2009. "Aku lupa masih punya Tuhan. Berhari-hari niat bunuh diri terus bergelayut. Untunglah aku segera sadar ada Tuhan di sisiku. Untuk meringankan beban, aku segera ungkapkan kesedihan hatiku pada seluruh keluarga. Kami pun bertangis-tangisan."

Untungnya Helen terus menguatkan Mus Mulyadi. "Kini, aku jadi lebih kuat dari biasanya karena selalu ingat ada Tuhan di sisiku. Setiap saat, kapan pun aku mau, aku putar kaset, mendengarkan firman Tuhan. Hanya dengan cara ini kepercayaan diriku kembali pulih," kata Mus Mulyadi saat masih hidup.

(wk/riaw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!