Perjuangan Mus Mulyadi 2 Minggu Naik Kapal Kayu Demi Adu Nasib ke Singapura Sebelum Meninggal
Facebook
Selebriti

Putra Mus Mulyadi menyebut ayahnya merupakan sosok yang penuh semangat. Terbukti dari perjuangan Mus Mulyadi dan kawannya yang sempat nganggur dua tahun usai sampai di Singapura bahkan terlunta-lunta.

WowKeren - Pada Kamis (11/4), legenda keroncong Mus Mulyadi telah menghembuskan nafas terakhir. Kabar duka itu disampaikan oleh anak mendiang, Erick Haryadi melalui postingan foto di Instagram. Erick membagikan foto tangan sang ayah disertai caption kalimat duka.

Mus Mulyadi meninggal dunia di usianya yang ke-73 tahun. Sebelum meninggal, pelantun "Jembatan Merah" tersebut sudah 37 tahun berjuang melawan penyakit diabetes serta sempat berkeinginan bunuh diri. Erick mengungkapkan jika sang ayah meninggal usai sarapan ketika di rawat di rumah sakit Pondok Indah.

Erick menjelaskan jika Mus Mulyadi meninggal pada pukul 09.08 WIB. "Betul meninggal di jam 09.08 tadi pagi. Dari dirawat di rumah sakit Pondok Indah, tadi habis sarapan, terus meninggal," kata Erick, dilansir dari Tribunnews.

Mus Mulyadi sempat mengabarkan kondisinya yang membaik ke sang putra. Ia bahkan menikmati makanan yang disediakan. apalagi kadar gula Mus Mulyadi telah turun.

"Bilangnya sudah enakan padahal tadinya. Gulanya juga sudah turun, habis makan beliau bilang makanannya enak, hehehe," sambung Erick. "Sudah habis itu hilang, ke rumahnya, ke rumah Bapa di Surga."


Jenazah Mus Mulyadi saat ini sedang berada di Rumah Duka Dhamais. Jenazah akan dimakamkan menunggu kepulangan anak mendiang yang tinggal di Australia. Erick menuturkan kemungkinan mendiang akan dikebumikan dua hari lagi.

"Karena ini sedang menunggu kakak saya, kakak saya di Australia, menunggu kakak saya pulang," ungkap Erick. "Mungkin dua hari ya (di rumah duka)."

Erick kemudian menceritakan sosok Mus Mulyadi saat masih hidup. "Orang yang penuh semangat sebenarnya, seorang legend, semua orang tahu," pungkas Erick.

Ucapan Erick mengenai sifat sang ayah itu tampaknya terbukti dengan perjuangan Mus Mulyadi yang sempat mengadu nasib ke Singapura. Kala itu, Mus Mulyadi bersama kawan-kawannya yang tergabung dalam band Arista Birawa meninggalkan Surabaya dan pergi ke Singapura tahun 1967 silam.

Mereka bahkan menaiki kapal kayu dengan waktu tempuh dua minggu baru sampai ke Singapura. Mus Mulyadi dan kawannya bahkan menerima tawaran manggung acara hajatan tanpa dibayar sebagai upah untuk menyeberangkan mereka ke Singapura.

Selama di Singapura, Mus Mulyadi dan kawan-kawannya pun kembali berjuang. Mereka bahkan dua tahun tak mendapat tawaran manggung hingga sempat menjadi gelandangan dan hidup terlunta-lunta tanpa pekerjaan serta uang.

(wk/inta)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!