Saluran TV kabel bernama Orient Cable and Telecommunications ini menayangkan 'Avengers: Endgame' versi bajakan sehari setelah pemutaran perdananya di bioskop Filipina.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 03 Mei 2019 - 15:03 WIB
WowKeren - Film "Avengers: Endgame" baru saja ditayangkan secara global pada 26 April lalu. Namun apa jadinya jika film pamungkas besutan Marvel Studios tersebut sudah dibajak kurang dari sepekan setelah penayangannya?
Rupanya hal inilah yang terjadi di Filipina, dimana salah satu TV kabel di negara tersebut nekat menayangkan "Avengers: Endgame" versi bajakan. Dilansir Comic Book pada Jumat (3/5), perusahaan TV kabel bernama Orient Cable and Telecommunications Inc. itu pun akhirnya kena tuntut lantaran menayangkan konten ilegal.
Parahnya lagi, film "Avengers: Endgame" versi bajakan tersebut kabarnya ditayangkan di TV kabel Orient sehari setelah penayangan perdananya di bioskop Filipina. Akibatnya, jaringan bioskop resmi di Filipina yang menayangkan "Avengers: Endgame", Teatro de Dapitan, langsung melayangkan gugatan terhadap Orient Cable.
Menurut media lokal Philippine News Agency (PNA), gugatan yang diajukan oleh pihak Teatro de Dapitan sendiri diwakili oleh sang pengacara. "Kami mengajukan kasus terhadap Orient Cable, tentu saja," ungkap pengacara Chembeelyn Alpeche-Balucan, yang mewakili Teatro de Dapitan.
Di sisi lain, Kantor Berita Filipina melaporkan jika Orient Cable setidaknya telah melanggar sekitar tiga undang-undang federal yang berbeda. Ketiganya meliputi Republic Act 8293 (RA) or the Intellectual Property Code of the Philippines, RA 10088 or the Anti-Camcording Act of 2010, dan RA 10175 or the Cybercrime Prevention Act of 2012.
Pihak Orient Cable sendiri memang tak lagi menayangkan film "Avengers: Endgame" bajakan usai mendapatkan tuntutan tersebut. Namun sayangnya, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak TV kabel tersebut terkait perkara ini. Mereka masih bungkam soal alasan menayangkan film garapan Russo Brothers itu secara ilegal.
Yang pasti, kini Orient Cable sendiri mendapatkan kecaman dari berbagai pihak, terutama para penggemar film-film Marvel. Banyak yang mengklaim jika saluran TV kabel tersebut telah melakukan tindakan bodoh yang merugikan diri sendiri, mengingat bahwa basis penggemar film-film MCU telah menjamur di seluruh dunia.
(wk/luth)