Paranormal Ki Joko Bodo mengaku telah berhijrah sejak lama. Ia mengibaratkan dirinya hanya terlambat dan mulai memperbaiki aktivitasnya agar lebih disiplin terutama saat ibadah.
- Intan Novela Setya Monikasari
- Kamis, 16 Mei 2019 - 15:10 WIB
WowKeren - Masih ingat dengan sosok Ki Joko Bodo? Ahli spiritual yang kaya raya hasil bekerja di dunia mistis. Namun kini Ko Joko telah berubah drastis dan makin religius. Pemilik nama asli Agus Yulianto itu bahkan mewakafkan rumah senilai Rp25 miliar untuk masjid.
Pada momen puasa di bulan Ramadan ini, lantas apa aktivitas Ki Joko? Dilansir dari "Selebrita" Trans7, Ki Joko mengaku tak memiliki banyak kegiatan. Ia hanya meluangkan banyak waktu untuk bersosialisasi dengan masyarakat.
"Kita nggak banyak kegiatan. Kegiatan-kegiatan kita itu sosialisasi dengan masyarakat," kata Ki Joko. "Kebanyakan kalau di luar Ramadan ada bakti sosial, pengobatan, misalnya di daerah ini ada 100 orang sakit kita terapi masal itu di luar Ramadhan."
Ki Joko mengaku aktivitasnya di bulan puasa ini seperti pada umumnya, yakni belajar Alquran dan mengaji. "Jika di Ramadhan ini kita cuma ya nggak begitu banyak, belajar baca Quran, mengaji, salat, puasa," ucapnya.
Banyak orang mengira jika hijrah Ki Joko dilakukan baru-baru ini. Ia pun membantah dan mengaku tak ada perbedaan antara dirinya yang dulu dan sekarang.
"Itu hanya pandangan orang saja. Jadi orang itu ada yang sangar tapi kenapa kalau beriman? Kenapa kita tidak jadi orang beriman? Ada orang yang badannya sangar tapi dia beriman sama Allah," tutur Ki Joko. "Ya kita juga kan harus menghormati. Perbedaannya tidak ada zaman dulu sama sekarang."
Pria kelahiran Bali ini kemudian mengibaratkan dirinya hanya terlambat. "Aku mungkin lebih ibaratnya terlambat. Sekarang lebih awal kan. Jadi tidak ada perbedaan. Yang jelas manusia harus beribadah dengan Tuhan yang Maha Kuasa," ujar Ki Joko.
Perihal soal hijrah, Ki Joko mengaku telah berhijrah sejak lama. Namun mengenai perbedaannya, kini Ki Kojo lebih tepat waktu ketika menjalani ibadah seperti salat.
"Kalau hijrah dari dulu sudah hijrah. Dalam artian begini, mungkin dulu saya lebih ibadahnya tidak tepat," pungkas Ki Joko. "Kalau zaman dulu pas praktiknya masih aktif mungkin salatnya jadi lebih terlambat."
(wk/inta)