Lapar Saat Mudik? Yuk Cicipi 8 Kuliner Khas Jalur Pantura Yang Sudah Melegenda Ini
Kuliner

Jalur Pantura selalu padat ketika memasuki momen mudik. Agar perjalanan enggak bikin stres dan membosankan, salah satu caranya adalah sesekali mampir istirahat di beberapa kota yang dilalui sambil menikmati kulinernya khasnya yang lezat.

WowKeren - Tak terasa bulan suci Ramadan sebentar lagi akan berakhir dan kita akan menyambut lebaran. Ketika membicarakan lebaran rasanya tak afdol jika tak menyinggung soal mudik. Mudik adalah momen di mana masyarakat pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama dengan keluarga.

Banyak orang yang memilih untuk mudik dengan kendaraan umum. Namun ada juga orang yang memilih untuk naik kendaraan pribadi. Jalur Pantai Utara atau kerap disebut Pantura adalah salah satu jalur yang paling banyak digunakan para pemudik baik yang menggunakan kendaraan umum atau pribadi.


Merupakan jalur yang sangat populer, tak heran jika Jalur Pantura selalu padat ketika memasuki momen mudik. Agar perjalanan enggak bikin stres dan membosankan, salah satu caranya adalah sesekali mampir istirahat di beberapa kota yang dilalui sambil menikmati kulinernya khasnya yang lezat.

Sepanjang jalur ini, kalian akan melewati beberapa kota dengan cita rasa kuliner yang berbeda-beda. Nah, berikut ini ada 8 lokasi kuliner khas Jalur Pantura yang bisa kalian coba jika kelaparan saat mudik. Tak perlu khawatir sama rasanya, kuliner ini sudah melegenda karena kenikmatannya loh. Yuk simak di sini!

(wk/putr)

1. Empal Gentong Mang Darma Yang Gurih Di Cirebon


Empal Gentong Mang Darma Yang Gurih Di Cirebon

Empal gentong merupakan salah satu makanan khas kota Cirebon. Secara tampilan empal gentong mirip gule daging. Bedanya, empal gentong tidak hanya berisi daging tapi juga jeroan, yang semuanya dimasak di dalam kuali atau gentong yang terbuat dari tanah liat.

Salah satu empal gentong yang populer di Jalur Pantura adalah warung Mang Darma yang terletak di Jl. Slamet Riyadi No.1, Krucuk, Cirebon. Tak perlu takut nyasar, karena lokasi warung Mang Darma ini sangat mudah dicari.

Bila kalian datang dari arah timur atau Jakarta, kalian bisa belok ke kiri, lurus terus, lalu belok ke kanan. Persis di lengkung jalan menuju tikungan kalian sudah dapat melihat spanduk Empal Gentong Mang Dharma yang ikonik dan pastinya ramai pengunjung.

Di warung ini kalian bisa menikmati gurihnya empal gentong khas cirebon bersama dengan lontong yang lembut. Selain itu, daging empal yang direbus beserta aneka jeroan, langsung dimasak hingga gurih bersama kaldu berwarna kekuningan sangat cocok dengan cabe bubuk kering yang pedas. Tak hanya itu, di warung ini tersedia juga kerupuk kulit kerbau super renyah yang siap menyempurnakan kuah empal pesananmu.

2. Mencicipi Nasi Jamblang Mang Dul Yang Legendaris


Mencicipi Nasi Jamblang Mang Dul Yang Legendaris

Ketika kalian memasuki wilayah Cirebon, tak ada salahnya mampir ke warung Mang Dul untuk menikmati nasi jamblang. Nasi jamblang adalah nasi yang dihidangkan dalam porsi kecil yang di atas daun jamblang (daun pohon jati) dengan berbagai lauk pendamping.

Lauk khas nasi jamblang antara lain adalan sambal goreng, sate kentang, semur tahu kulit, ikan asin sambal roti, dadar telur ayam kampung, perkedel, dan tumis daging atau hati. Warung ini bisa dibilang menjadi penyelamat bagi kalian yang terpaksa harus sahur saat perjalanan mudik. Pasalnya warung ini sudah buka dari jam 3 pagi. Intip menu sahur yang bisa kalian coba untuk mudik di sini.

Lokasi nasi jamblang ini berada di Jl. DR. Cipto Mangunkusumo, Pekiringan, Kesambi, Cirebon. Jika kalian berada di daerah seberang Grage Mall, kalian tinggal ikuti saja lampu merah Gunung Sari. Warung ini tepat berada di deretan ruko dan enggak jauh dari ATM BCA.

3. Jangal Lupa Coba Sauto Bang Dul Hangat Khas Tegal


Jangal Lupa Coba Sauto Bang Dul Hangat Khas Tegal

Sauto adalah soto asal Tegal yang dicampur dengan saus tauco. Mungkin terdengar aneh, soto dipadukan dengan tauco yang asam. Namun, bagi warga Tegal perpaduan tersebut begitu klop. Rasa asam dan bau tauco yang tajam justru membuat kenikmatan tersendiri.

Tauco yang digunakan sudah dimasak terlebih dahulu dengan bumbu-bumbu lain. Hal inilah yang membuat rasa tauco berbeda. Bagi yang kurang menyukai tauco, tenang saja. Karena biasanya warung-warung sauto juga menjual soto tanpa campuran tauco.

Untuk urusan sauto, warung Bang Dul sudah menjadi legendaris. Soto Tauto Bang Dul terletak di Jalan Dr. Soetomo, depan Asrama Brimob Kota Pekalongan. Sauto spesial Bang Dul ini berisi berbagai macam lauk seperti bihun, potongan daging sapi empuk, irisan daun bawang, dan tauge. Lebih enak jika ditambahkan usus dan kulit goreng kriuk.

4. Cicipi Juga Sego Megono Pak Mungkin Yang Legendaris


Cicipi Juga Sego Megono Pak Mungkin Yang Legendaris

Sego megono merupakan makanan khas yang banyak ditemukan di daerah seperti Pekalongan, Batang, dan Pemalang. Kuliner ini layaknya seperti nasi biasa tapi yang bikin beda adalah campurannya.

Sego megono biasanya berisi nasi yang diberi parutan kelapa dan cacahan nangka muda. Kemudian bersama dengan bumbu lainnya dicampur jadi satu. Rasa sego megono yang gurih menggugah selera penikmatnya. Nasi megono biasa disajikan dengan tempe mendoan hangat.

Warung sego megono Pak Mungkin mungkin sudah tak asing lagi bagi pecinta kuliner ini. Warung Pak Mungkin sudah melegenda dikalangan pemudik karena makanannya yang nikmat dan lokasi yang mudah dicapai. Warung Pak Mungkin berada tepat di alun-alun kabupaten Batang, Pekalongan, Jawa Tengah.

5. Nasi Gandul Pak Memet Khas Pati Yang Nagih


 Nasi Gandul Pak Memet Khas Pati Yang Nagih

Nasi Gandul atau biasa disebut sego gandul adalah salah satu kuliner asal Kabupaten Pati. Kuliner ini disebut nasi gandul karena cara penyajiannya di piring yang dilapisi dengan daun pisang. Baru kemudian diisi dengan nasi, cacahan daging sapi dan setelah itu diguyur dengan kuah.

Nasi yang tak menyentuh langsung dengan piringnya sehingga terkesan menggantung (dalam bahasa jawa adalah gandul). Nasi ini sepintas mirip dengan kari atau semur daging. Namun jika dicicipi rasanya berbeda. Manis dan gurih bercampur olahan rempah membuat rasa nasi gandul begitu menyatu.

Kalau tidak ada waktu mampir ke Pati untuk menyantap kuliner ini, di Semarang juga ada loh. Pak Memet yang asli Pati membuka lapak nasi gandul di Jalan DR. Cipto No.12, Kebonagung, Semarang. Warung ini buka mulai pukul 16.30, warungnya enggak pernah sepi pengunjung loh. Selain itu yuk intip kuliner khas Jawa Tengah lain yang sering diburu wisatawan di sini

6. Cicipi Juga Kupat Glabed Pak Machali Yang Gurih


 Cicipi Juga Kupat Glabed Pak Machali Yang Gurih

Kupat glabed adalah kuliner yang terdiri dari potongan lontong atau ketupat yang disiram kuah kental mirip kuah sate Padang. Meskipun bentuknya mirip bumbu sate Padang namun rasanya lebih mirip kuah mie koclok yang lebih ringan.

Menariknya, dalam kuah kental kupat glabed juga terdapat sedikit lembaran mie dan potongan tempe. Makan menu ini biasanya dihidangkan bersama sate bukur, yaitu sate kerang bumbu kelapa. Rasa pedas kupat ini diperoleh dari ulekan cabe rawit yang sudah direbus.

Kupat glabed Pak Machali merupakan salah satu warung kupat glabed yang paling populer di Jalur Pantura. Warung Pak Machali ini berada persis di Alun-alun PJKA tegal dan buka hingga pukul 02.00 malam loh.

7. Soto Gromyang Haji Warso Yang Unik


Soto Gromyang Haji Warso Yang Unik

Soto gromyang merupakan salah satu ikon kuliner unik Pemalang loh. Soto gromyang ini berisi semangkuk kecil nasi putih yang disiram kuah segar semacam gabungan antara soto dan rawon. Selanjutnya, soto tersebut disajikan dengan potongan daging kerbau yang empuk dan gurih.

Warung Soto gromyang Haji Warso yang berada di jalan RE Martadinata, Pemalang, tentu aja adalah salah satu warung yang paling populer. Kalian bisa langsung melihat para pelayan meracik soto gromyang. Porsinya yang tak terlalu banyak, membuat kuliner ini jadi pilihan yang pas sebagai penggganjal perut para pemudik yang kelaparan.

8. Sate Blengong Bu Kijah Yang Super Lembut


Sate Blengong Bu Kijah Yang Super Lembut

Memasuki daerah Brebes kalian bisa mencoba kuliner unik lainnya yakni Sate Blengong. Blengong sendiri adalah jenis unggas hasil persilangan antara bebek dan entok. Dagingnya tidak amis, tidak berbau, serta teksturnya mirip daging bebek yang memiliki serat.

Sate blengong biasa disantap dengan kupat atau lontong serta kuah ala ketupat sayur. Kalian bisa mencoba sate ini di warung Bu Kijah yang berada di Jl. Gajah Mada no. 31, Limbangan Wetan, Brebes. Di warung ini, kalian bisa memilih menu sate masak, yaitu daging blengong yang direbus dengan bumbu santan dan ditusuk dengan lidi berukuran panjang.

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!