Ikut Hadir di KTT G20, Menko Luhut: Memang Betul Bahasa Inggris Pak Jokowi Medok Jawa
Nasional

Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, turut mendampingi Presiden Jokowi dalam KTT G20 di Jepang. Ia pun bercerita soal bahasa Inggris Jokowi kala berinteraksi dengan para pemimpin dunia lain.

WowKeren - Kehadiran Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, pada Jumat (28/6) pekan lalu masih menjadi bahan perbincangan. Salah satu hal yang sempat disorot oleh warganet adalah kemampuan berbahasa Inggris Jokowi.

Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, lantas berbagi cerita tentang bahasa Inggris Jokowi kala berinteraksi dengan para pemimpin dunia di KTT G20. Hal ini disampaikan Luhut lewat unggahan di akun Facebook pribadinya.

Kala mendampingi sang Presiden selama perhelatan KTT G20, Luhut melihat bahwa bahasa Inggris Jokowi memang kental dengan logat Jawa. Namun, Luhut merasa heran dengan pihak-pihak yang mempersoalkan hal tersebut.

"Ada yang bilang bahasa Inggris Pak Jokowi medok Jawa. Memang betul. Saya juga medok, tapi medok Batak," tulis Luhut pada Selasa (2/7). "Lantas apakah kita harus malu dengan lidah Indonesia kita? Saya tidak setuju, karena saya bangga jadi orang Indonesia, dan saya bangga dengan logat Batak saya."


Menurut Luhut, logat tersebut tidak menjadi penghalang komunikasi Jokowi dengan para pemimpin negara lainnya. Jokowi bahkan disebut Luhut mampu membuat putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yakni Ivanka Trump, tertawa dengan obrolannya.

"Saya mendengar Beliau selalu berbahasa Inggris dengan lancar dalam setiap komunikasinya dengan pimpinan negara lain," lanjut Luhut. "Kalau bahasa Inggrisnya tidak baik, maka tidak mungkin seperti Ivanka Trump atau para pimpinan negara lain sampai ketawa-ketawa saat berbincang dengan Beliau."

Lagi pula, ungkap Luhut, logat atau aksen yang khas juga dimiliki oleh para pemimpin negara lain. Mereka juga "medok", hanya saja sesuai dengan bahasa ibu mereka masing-masing. Dan hal ini dinilai Luhut bukan hal yang relevan untuk dipermasalahkan.

"Tidak hanya terhadap Pak Jokowi, saya juga memperhatikan aksen dari pemimpin negara lain seperti dari Jerman dan Prancis. Mereka medok juga, tapi medok ala Jerman dan Prancis," ungkap Luhut. "Artinya setiap bangsa punya logat khasnya masing-masing. Jadi, tidak perlu kita menilai rendah seseorang hanya karena aksen bahasa Inggrisnya."

Di sisi lain, pidato Jokowi di KTT G20 juga sempat disorot banyak warganet. Pasalnya, beredar isu bahwa Jokowi hanya berpidato selama 1 menit di perhelatan tersebut. Isu ini bermula dari sebuah video cuplikan acara TV Jepang yang viral di media sosial dan menampilkan durasi waktu 1 menit di samping bendera Indonesia.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait