Menurut Farhat Abbas, masalah ini sebenarnya bisa diselesaikan secara damai tanpa harus membawa persoalan penjara. Ia juga membantah tudingan penghilangan barang bukti.
- Annisa Rahmaniyah Afifah
- Jumat, 05 Juli 2019 - 15:56 WIB
WowKeren - Farhat Abbas hari ini, Jumat (5/7) mendatangi Polda Metro Jaya untuk mewakili kliennya. Pasalnya, Rey Utami dan Pablo Benua berhalangan hadir dalam pemeriksaan polisi terkait kasus vlog "Ikan Asin".
Ketidakhadiran Rey dan Pablo itu sempat diduga karena enggan bertemu dengan Galih Ginanjar yang juga diperiksa pada hari yang sama. Namun, Farhat langsung membantah hal itu.
Farhat mengatakan jika kliennya dan Galih memang tidak pernah berkomunikasi "Oh belum, belum. Enggak ada komunikasi-komunikasi," kata Farhat saat dijumpai WowKeren di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (5/7).
Lebih lanjut, Farhat juga menyayangkan tindakan Fairuz A. Rafiq yang dinilai terlalu membesarkan masalah. Menurutnya, masalah ini sebenarnya bisa diselesaikan secara damai tanpa harus membawa persoalan penjara.
"Ya apa adanya aja, kan ini menyangkut aib sebenarnya. Artinya enggak harus penjara juga persoalan ini, karena ya memaafkan aja. Lagian kan Galih kan bapak dari anak kandung mereka juga. Terlepas lah bersalah lah, umpamanya dianggap menyindir kan," kata Farhat. "Tapi ada juga kelemahan dari mereka yang akan dilaporkan yaitu mereka mencoba menghasut dan membuat rasa permusuhan itu, mengajak-ajak wanita se-Indonesia dan orang-orang Indonesia untuk membenci para terlapor ini."
Disinggung soal penghilangan barang bukti, Farhat mengatakan jika Rey dan Pablo punya alasan tersendiri. Rupanya, penghapusan vlog "Ikan Asin" itu atas permintaan Barbie Kumalasari.
"Oh saya enggak tahu. Kalau penghapusan video itu kan, bukti kan pasti ada simpan datanya," ucap Farhat. "Itu kan diminta oleh Kumala untuk diturunkan (videonya) aja."
Selain itu, Farhat juga memberikan pembelaan terhadap kliennya. Menurutnya, harusnya Galih lah yang lebih berhati-hati dalam berbicara. Sebab dalam kasus ini, Rey dan Pablo hanya sebagai pihak yang memiliki akun YouTube.
"Pertanggung jawabannya adalah pribadi. Mereka (Rey) seorang YouTuber, mereka punya media itu. harusnya si Galih yang lebih hati-hati untuk berbicara. Makanya ini pesan kan," kata Farhat. "Seharusnya berterima kasih kepada media ini (YouTube Rey), media ini kan sebagai bukti bahwa ternyata sifat dan omongan Galih seperti itu ke mereka. Kalau selama ini Galih ngomong ke orang-orang dan enggak ada buktinya, harusnya jangan dilaporkan di Pablo dan Rey."
(wk/anni)