Aplikasi Gojek dan Grab Singapura Diretas, Sejumlah Oknum Pengemudi Diamankan
Nasional

Sejumlah oknum pengemudi nakal menggunakan aplikasi Grab dan Gojek yang telah diretas untuk meraup keuntungan dengan manipulasi verifikasi hingga melihat data konsumen.

WowKeren - Sejumlah mitra pengemudi di Singapura dilaporkan telah memanfaatkan aplikasi Grab dan Gojek yang telah dibajak. Aplikasi tersebut dipakai untuk mencurangi sistem sehingga pengemudi bisa memanipulasi proses verifikasi, memalsukan lokasi hingga yang lebih parah adalah mengintip data pribadi konsumen.

Untungnya, pihak kepolisian berhasil mengamankan para pengemudi nakal. Mereka mendapat sanksi dari pihak aplikator. Salah satu komunitas daring dilaporkan melakukan peretasan dan memodifikasi aplikasi kedua perusahaan penyedia layanan tersebut.

Pelaku peretasan mematok harga yang lumayan tinggi bagi para mitra pengemudi yang ingin menggunakan aplikasi yang telah dibajak tersebut. Terkait hal ini, Grab mengatakan pihaknya akan berupaya mencegah aksi penipuan dengan mengerahkan ahli data. Mereka akan menindak tegas oknum yang melakukan kecurangan.

"Kami ingin memastikan keadilan bagi semua mitra pengemudi kami," kata Juru Bicara Grab dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (26/7). "Dan tidak akan ragu untuk menangguhkan oknum yang menunjukkan perilaku curang di platform kami."


Begitu pula dengan Gojek. Tak hanya menangguhkan akun pengemudi yang terbukti berbuat curang, namun juga akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Meski demikian, baik Grab maupun Gojek enggan menyebutkan berapa orang pengemudi yang telah berbuat curang.

Dilansir dari Vulcan Post, pelaku peretasan bisa dikenai denda sebesar 10 dolar Singapura dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Hukuman ini bisa bertambah seiring meningkatnya kerugian yang diderita oleh Grab maupun Gojek.

Jika kerugiannya mencapai 10 ribu dolar Singapura dalam setahun, dendanya bisa bertambah menjadi 50 ribu dolar Singapura. Begitu pula dengan hukuman kurungan yang bisa mencapai 7 tahun penjara.

Kasus peretasan aplikasi Grab bukan baru pertama kali ini terjadi. Sebelumnya pada Mei lalu, Grab harus menanggung kerugian lebih dari 41.800 dolar Singapura akibat ulah oknum pengemudi nakal.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait