Jokowi Bakal Ambil Alih Konsesi Lahan dari Swasta Demi Proyek Wisata Danau Toba
Instagram/kemensetneg.ri
Nasional

Presiden Joko Widodo ingin mengembangkan agrowisata organik di kawasan Danau Toba. Meski persiapan sudah memadai namun masih terkendala masalah lahan yang masih belum cukup.

WowKeren - Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi ingin menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata berkelas dunia. Namun, saat ini masih banyak lahan konsesi di kawasan Danau Toba yang dikuasai oleh pihak swasta.

Untuk itu, Jokowi berencana untuk mengambil alih lahan tersebut untuk diberikan pada pemerintah daerah setempat. Dengan begitu, Pemda setempat bisa memanfaatkannya untuk kegiatan pariwisata.

"Tapi ini yang saya kira tanahnya kurang, karena memang masih dikuasai konsesi," kata Jokowi saat meninjau kawasan perkebunan percontohan di Desa Parsingguran, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Rabu (31/7). "Nah, ini yang nanti mau saya ambil, saya berikan ke bupati, ke gubernur, untuk dibesarkan."

Jokowi ingin mengembangkan kawasan agrowisata dengan membuka perkebunan organik. Ia menilai bahwa perlengkapan yang ada saat ini sudah memadai namun hanya kurang masalah lahan. Dari 148 ribu hektare lahan yang ada di kawasan Danau Toba, Jokowi ingin agar sebagian digunakan untuk kawasan wisata dan sebagian lagi untuk pertanian.


"Totalnya di tanah Toba ini mungkin 148 ribu hektare," jelas Jokowi. "Nanti kita ambil, sebagian untuk kawasan wisata dihijaukan kembali, sebagian untuk pertanian."

Saat melakukan peninjauan itu, Jokowi sempat mencicipi buah di sana. "Di sini kita pengin organik, kaya jeruk tadi saya coba segar banget rasanya, karena memang udaranya cocok, tanahnya cocok," tutur Jokowi.

Jokowi ingin agar perkebunan percontohan tersebut dikembangkan terlebih dahulu. Jika hasilnya bagus maka hal serupa bisa diterapkan di perkebunan di desa lainnya.

"Dibenerin dulu, digedein dulu, nanti betul-betul produktif, betul-betul bisa menjadi contoh tinggal copy ke tempat lain, gampang," jelas mantan Wali Kota Surakarta itu. "Sekarang di Humbang Hasundutan, mungkin nanti dikembangin lagi di Karo, Tapanuli Utara, Tobasa, yang kira-kira udaranya mirip di sini."

Dari situ, hasil perkebunan bisa dimanfaatkan sebagai penyuplai untuk mendukung aktivitas wisata. "Sayurnya juga tadi, kalau hubungannya dengan pariwisata, sayur, daging, buah, nggak usah dari mana-mana, suplai sendiri saja dari petani kita," tutup Jokowi.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait