Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengaku pihaknya terus menjalin komunikasi dengan Pertamina untuk menangani insiden tumpahan minyak tersebut.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 01 Agustus 2019 - 16:59 WIB
WowKeren - Kebocoran minyak pipa dan gas pada proyek Hulu Energi Offshore North West milik Pertamina membuat pesisir di perairan Karawang tercemar. Persoalan ini lantas dibahas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers bersama Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati.
Menteri Susi mengaku pihaknya terus menjalin komunikasi dengan Pertamina untuk menangani insiden tumpahan minyak tersebut. "Makanya konpers ini sengaja bersama Pertamina, supaya saya tidak harus menjawab-jawab lagi (pertanyaan wartawan), hari ini kita kumpul sama-sama. Ini sudah ditangani, di-handle," terang Susi di Gedung KKP pada Kamis (1/8).
Wanita berusia 54 tahun tersebut juga mengaku sudah meninjau langsung usaha penanganan oleh Pertamina. Menurut Menteri Susi, insiden ini bisa menjadi pelajaran bagi Pertamina.
Ia pun lantas menyarankan agar Pertamina memperbanyak oil boom. Oil boom adalah peralatan yang digunakan untuk melokalisir atau menguruk tumpahan minyak di air.
"Sudah dari awal keep in touch dan sharing informasi dengan Pertamina. Saya meninjau sendiri pakai heli (helikopter) dari (Bandara) Halim keliling dari pesisir, penanganan sudah betul, dicoba betul-betul optimum," ungkap Menteri Susi. "Tentu pelajaran ini, rig pertamina harus memiliki oil boom lebih banyak."
Selain itu, Menteri Susi juga menjelaskan bahwa penanganan minyak tumpah ini bukan hanya perlu dilakukan dalam jangka waktu pendek. Melainkan minimal dilakukan selama 6 bulan ke depan.
"Dampak lingkungan tidak mungkin selesai satu bulan dua bulan," jelas Menteri Susi. "Minimum 6 bulan akan ada terus menerus program recovery."
Menteri Susi juga menekankan bahwa insiden ini bisa berdampak luar biasa pada lingkungan. "Kesehatan laut jadi hal penting produktivitas perikanan kita, kalau ini saya bilang kecelakaan, musibah tidak pernah merencanakan," ucap Menteri Susi.
Sementara itu, Nicke menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas insiden tersebut. Pasalnya, hal ini juga turut berdampak pada sosial masyarakat di sekitarnya.
"Kami harapkan dari peristiwa terjadi, Pertamina komitmen melakukan penanganan sebaik-baiknya yang tidak menimbulkan kerugian pihak mana pun," ujar Nicke. "Kita best effort supaya minimal, lebih 27 kapal kami, 800 orang yang hari ini membantu di darat yang dari semua pihak yang sudah membantu dan juga masyarakat yang sudah membantu."
(wk/Bert)