Moeldoko Sebut Jokowi Siap Umumkan Lokasi Ibu Kota Baru Esok Hari
Instagram/kemensetneg.ri
Nasional
Ibu Kota Baru Indonesia

Informasi detail soal pemindahan Ibu Kota rencananya akan disampaikan dalam pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo yang rutin digelar sehari sebelum Hari Kemerdekaan Indonesia.

WowKeren - Diketahui jajaran pemerintah Presiden Joko Widodo sudah sepakat untuk memindahkan Ibu Kota. Tak tanggung-tanggung, Jokowi berniat membentuk Ibu Kota baru di luar Pulau Jawa, tepatnya di Kalimantan. Kendati demikian, Jokowi belum pernah memberikan petunjuk yang jelas soal lokasi presisi Ibu Kota baru ini.

Namun sepertinya penantian masyarakat tak perlu diperpanjang, karena pihak Istana Negara menyebut Jokowi siap mengumumkan informasi detail pemindahan Ibu Kota pada Jumat (16/8). Pengumuman ini rencananya disampaikan saat pidato tahunan Presiden Jokowi menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia.


Informasi ini pun dibenarkan oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. "Iya, mudah-mudahan (16 Agustus 2019)," ujar mantan Panglima TNI itu di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Rabu (14/8).

Namun sikap berbeda justru ditunjukkan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. Ia enggan menyatakan dengan tegas apakah Jokowi akan mengumumkan Ibu Kota baru pada Jumat (16/8).

Menurut Bambang, waktu pengumuman tersebut merupakan hak prerogatif presiden. "Nanti kita lihat saja ya," ujarnya singkat, dilansir dari Kumparan.

Sebelumnya, Jokowi sudah menegaskan akan memindahkan Ibu Kota ke Kalimantan. Pekan lalu ia pun kembali menegaskan perihal ini lewat unggahannya di Instagram-nya, @jokowi.

"Selamat siang. Ibu kota negara kita akan pindah. Letaknya di Pulau Kalimantan," tulis Jokowi sebagai caption unggahannya, Kamis (8/8). "Di mana pastinya, sejauh ini telah mengerucut ke salah satu provinsi: bisa di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan."

Megaproyek ini direncanakan mulai berjalan pada 2024 mendatang. "Targetnya tahun ini diumumkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo dan mudah-mudahan tahun 2024 sudah mulai pemindahan," terang Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Kamis (1/8).

Megaproyek ini juga disebut akan menelan dana sebesar Rp 466 triliun. Demi mendapatkan dana yang diperlukan, pemerintah menyatakan akan melakukan "tukar guling" atas aset-aset yang ada di DKI Jakarta. Total aset yang bisa dijual mencapai Rp 150 triliun.

"Jadi ini sifatnya karena ada potensi penerimaan yang besar dari aset Jakarta," kata Bambang, Selasa (6/8). "Maka kita akan mengupayakan agar kerja sama pengelolaan aset di Jakarta bisa dipakai untuk membangun ibu kota baru."

You can share this post!

Related Posts
Loading...