Dianggap Selalu Punya Solusi Atasi Masalah Pemilu, KPU Bakal Beri Jusuf Kalla Penghargaan
WowKeren/wapresri.go.id
Nasional
Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla selalu bisa diandalkan dalam memberikan solusi seputar masalah yang terjadi saat penyelenggaraan Pemilu April 2019 lalu.

WowKeren - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (27/8). Dalam pertemuan tersebut, KPU melaporkan pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 termasuk persiapan Pilkada 2020.

"Pertama kita melaporkan kepada Pak JK, kita sudah selesai," kata Ketua KPU Arief Budiman. "Di bagian terakhir pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019. Kita melaporkan kesiapan Pilkada 2020.


Ia mengatakan bahwa KPU dalam waktu dekat akan memberikan penghargaan pada JK. KPU menilai bahwa selama pelaksanaan Pemilu, JK telah memberikan kontribusi besar. Penghargaan tersebut tak hanya diberikan pada JK, namun ada juga tokoh lainnya.

"Bukan hanya sekadar beliau wakil presiden, beliau orang partai bukan, tapi banyak hal, termasuk pendapat-pendapat beliau tentang penyelenggaraan pemilu itu," kata Arief. "Kita kutip, kita pelajari sebenarnya ada beberapa kandidat, terakhir kita merumuskan 3 kandidat, terus dalam rapat pleno akhirnya menyepakati pak JK layak menerima ini."

KPU juga ternyata memiliki alasan lain mengapa pihaknya memutuskan untuk memberikan penghargaan tersebut pada JK. KPU menilai bahwa JK selalu bisa diandalkan untuk memberikan solusi dari banyaknya masalah yang terjadi ketika Pemilu diselenggarakan.

"Peran dia di demokrasi dan pemilu kita," kata Arief. "Dalam beberapa kerumitan menyelesaikan polemik, problem soal pemilu, ternyata Pak JK bisa memberikan jalan keluar untuk itu."

JK merupakan orang ketiga yang menerima penghargaan ini. Sebelumnya, KPU pernah memberikan penghargaan yang sama kepada Presiden RI ke-III BJ Habibie. "Sebetulnya penghargaan ini kami berikan (kepada para tokoh) ini yang ketiga kali. Yang pertama dulu kami berikan kepada BJ Habibie karena peran dia dalam demokrasi dan pemilu kita. Bagaimana dia menyatakan, terutama pada saat pemilu 1999," jelas Arief.

Selanjutnya, ada Ramlan Surbakti atas konsistensinya dalam menangani demokrasi dan pelaksanaan Pemilu di Indonesia. "Yang kedua kita berikan kepada Prof Ramlan Surbakti karena konsistensi dia sejak sebelum reformasi, sampai setelah reformasi sampai sekarang ngurusi demokrasi dan pemilu di Indonesia. Yang ketiga ini rencananya kita berikan kepada Pak JK," lanjut Arief.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts