Karakternya yang gelap, keji sekaligus jenaka menjadikan Joker sebagai penjahat yang rumit dan menakutkan. Saking rumitnya, Joaquin mengaku kesulitan melepaskan diri dari bayang-bayang Joker.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 03 September 2019 - 09:37 WIB
WowKeren - Kualitas akting Joaquin Phoenix di kancah perfilman dunia memang tak perlu lagi diragukan. Oleh karena itu, tak heran jika aktor kawakan ini juga berhasil mengeksekusi perannya sebagai Arthur Fleck dengan amat sempurna di film "Joker".
"Joker" sendiri tampaknya benar-benar menjadi sajian Warner Bros dan DC yang paling menjanjikan tahun ini. Pasalnya, film yang bakal mengisahkan asal-usul sang Clown Prince of Crime tersebut menerima ulasan positif di pemutaran perdananya.
"Joker" menjadi salah satu film yang ditayangkan di Venice Film Festival 2019 pada Sabtu (31/8) lalu. Film ini mendapatkan apresiasi yang luar biasa, bahkan penonton sampai memberikan standing ovation selama delapan menit usai ditayangkan.
Tak hanya dari alur cerita yang dijamin membuat para penonton terpukau, pujian juga datang membanjiri Joaquin Phoenix selaku pemeran utama. Bahkan ia juga digadang-gadang layak mendapatkan predikat sebagai Aktor Terbaik di ajang Oscar nantinya, menilik dari totalitas aktingnya dalam film ini.
Meski demikian, memerankan karakter seorang psikopat tentunya bukanlah sebuah hal yang mudah untuk Joaquin Phoenix. Bahkan belum lama ini, aktor tampan ini mengaku cukup kesulitan memerankan sejumlah aspek dalam diri Joker.
Karakternya yang gelap, keji sekaligus jenaka menjadikan Joker sebagai penjahat yang rumit dan menakutkan. Saking rumitnya, Joaquin mengaku cukup sulit melepaskan diri dari bayang-bayang Joker setelah memerankannya.
Dilansir The Hollywood Reporter pada Selasa (3/9), Joaquin Phoenix mengaku peran Joker rupanya cukup berpengaruh pada kondisi kejiwaannya. Pasalnya ia dituntut untuk menurunkan berat badannya dengan drastis dalam waktu singkat. Diketahui, Joaquin harus menurunkan berat badannya hingga 23 kg demi memerankan karakter sang villain.
"Ternyata itu (turun berat badan 23 kg lebih dalam waktu singkat ) mempengaruhi psikologimu. Kamu mulai menjadi gila," ungkap aktor berusia 44 tahun ini.
Kendati demikian, Joaquin mengaku bahwa hal tersebut justru membuatnya semakin mampu mendalami karakter Joker dengan lebih mudah. "Kita akan menjadi dekat pada saat-saat di mana aku menemukan bahwa aku akan mengidentifikasi bagian-bagian tertentu dari kepribadiannya atau motivasinya," lanjutnya.
Joaquin Phoenix juga mengaku karakter Joker terus berkembang dalam dirinya selama proses pembuatan film dilakukan. "Sepanjang pengambilan gambar, rasanya seperti setiap hari kami menemukan bagian-bagian baru dari kepribadiannya, hingga hari terakhir," imbuhnya lagi.
"Dia memiliki begitu banyak hal berbeda bagiku. Siapa dia di minggu awal pengambilan gambar benar-benar berbeda dari siapa dia pada akhirnya. Dia terus berkembang. Aku tidak pernah memiliki pengalaman seperti ini," pungkasnya.
Di sisi lain, "Joker" sendiri memang menjadi salah satu proyek terbaru Warner Bros yang sangat diantisipasi oleh para penggemar. Apalagi menilik bahwa proyek ini akan berada di luar lingkup DC Extended Universe (DCEU) dan menceritakan kisah orisinal si badut psikopat musuh Batman.
Film ini nantinya akan mengisahkan sosok Joker dengan latar tahun 1980-an, dan berfokus pada kisah orisinal Joker serta asal-usulnya. Tentunya, "Joker" memiliki cerita mandiri yang belum pernah muncul sebelumnya di layar lebar. Rencananya, "Joker" siap menyapa penggemar pada 4 Oktober mendatang.
(wk/luth)