Tanggapan ini disampaikan Warner Bros untuk menyikapi surat yang dikirimkan keluarga korban pembunuhan massal saat penayangan film 'The Dark Knight Rises' di Aurora, Colorado pada 2012.
- Luthfiatun Nisa
- Kamis, 26 September 2019 - 10:38 WIB
WowKeren - Belum lama ini, Joaquin Phoenix selaku pemeran utama "Joker" sempat menghebohkan media usai mendadak meninggalkan wawancara. Diketahui, alasan sang aktor melakukan hal tersebut adalah karena ia mendapatkan pertanyaan yang menyinggung seputar reputasi "Joker".
Pertanyaan tersebut rupanya merujuk pada konsep gelap yang akan diusung oleh "Joker", di mana film ini dikhawatirkan akan memberikan pengaruh buruk dan mempengaruhi orang-orang untuk melakukan aksi balas dendam tragis seperti yang dilakukan oleh sang Clown Prince of Crime.
Menanggapi reputasi "Joker" yang dianggap sebagai pemicu kekerasan di mata publik, rupanya Warner Bros selaku rumah produksi pun buka suara. Melalui keterangan resmi, Warner Bros mengklaim bahwa sejak awal "Joker" bukanlah sebuah film tentang superhero, namun juga tidak menyampaikan pesan tentang ajakan berbuat kejahatan.
"Kami tak membuat kesalahan. Baik film atau karakter Joker bukan untuk mengiklankan kejahatan kepada dunia. Pembuat film serta studio tak pernah berniat menjadikan karakter Joker sebagai pahlawan," tulis keterangan Warner Bros, seperti dilansir Variety pada Kamis (26/9).
Keterangan itu disampaikan menyikapi surat yang dikirimkan keluarga serta teman korban pembunuhan massal saat penayangan film "The Dark Knight Rises" di Aurora, Colorado pada 2012. Penembakan massal itu terjadi dalam penayangan tengah malam film "The Dark Knight Rises" yang menyebabkan 12 korban meninggal dunia dan 70 lainnya terluka.
Setelah kejadian itu, Warner Bros selaku produser film berdonasi untuk keluarga korban. Meski demikian, kini para keluarga korban khawatir kejadian buruk bakal terjadi setelah "Joker" tayang.
Sementara itu, "Joker" tentunya menjadi salah satu proyek terbaru Warner Bros yang terpisah dari DC Extended Universe (DCEU) dan tidak mengadaptasi versi komiknya. Tak hanya itu, sutradara Todd Phillips juga menyebut bahwa "Joker" adalah sebuah film thriller dengan rating R yang menawarkan skenario intensif dan tema yang lebih gelap, tidak seperti proyek DC lainnya.
Film ini akan mengisahkan sosok Arthur Fleck alias Joker dengan latar tahun 1980-an, dan berfokus pada kisah orisinal Joker serta asal-usulnya. Film solo ini dipastikan akan benar-benar menampilkan tone yang sangat gelap dan serius. "Joker" sendiri siap menyapa penggemar pada 4 Oktober mendatang.
(wk/luth)