Roy Kiyoshi menjadi bintang tamu di konten vlog 'Nebeng Boy' episode 11. Dalam momen tersebut, Roy menceritakan kegelisahannya karena dianggap 'aneh' kepada Boy William.
- Neressa Prahastiwi
- Kamis, 26 September 2019 - 12:03 WIB
WowKeren - Roy Kiyoshi berbagi cerita dengan Boy William tentang kemampuan spesialnya. Seperti diketahui banyak orang, Roy adalah sosok indigo hingga kerap dimintai pertolongan untuk menjadi konsultan spiritual. Karena kemampuannya tersebut, Roy dapat mewujudkan impian menjadi seorang artis.
"Mungkin selebriti kali ya, tapi memang ternyata gue punya kelebihan yang lain. Bisa ngelihat yang enggak-enggak gitu," ujar Roy dalam vlog "Nebeng Boy" episode 11. "Jadi itu tergabung gitu, jadi ya udah."
Roy menceritakan kemampuan spesialnya tersebut mulai dirasakan saat ia duduk di bangku sekolah menengah pertama. Awalnya, Roy diberikan gambaran kematian sang kakek dan hal tersebut benar-benar terjadi. Ibunda Roy bahkan sempat tak percaya dengan "penglihatan" sang putra.
"Sejak SMP, kelas 2 apa kelas 3 gitu. Ketika aku bisa melihat grandfather ku meninggal. Aku ngelihat bunga, peti mati, ini itu," papar Roy. "Aku bilang mama, mama enggak percaya. Tiga hari atau seminggu kemudian, Engkongku meninggal karena jantung."
Meski begitu, Roy tak bisa melihat kematian sembarang orang. "Mungkin aku bisa rasain, tapi enggak semua orang bisa kulihat sih," sambung Roy.
Karena kemampuannya tersebut, Roy kerap dipandang aneh oleh orang-orang di sekitarnya. Bahkan, Roy mengaku tak punya teman hingga merasa sangat kesepian.
"When I was kid, I felt weird. Lot people said that 'Hii it's f*cking freak' (Ketika aku kecil, aku merasa aneh. Banyak orang yang menyebutku benar-benar aneh)," cerita Roy. "Jangan temenan sama si Roy. I feel lonely, alone, and loneliness (Aku merasa sendirian dan kesepian)."
Pandangan aneh serta rasa kesepian tersebut lantas membuat Roy menutup diri. Oleh sebab itu, Roy mengaku kerap diperlakukan "tak manusiawi". Roy rupanya mengalami kesulitan untuk mengungkapkan perasaan sehingga orang-orang seolah tak mempedulikannya.
"Aku harus open-openan aja ya di depan kamu. Aku belum pernah ngomong di media lain," ungkap Roy. "Orang enggak pernah tahu aku udah makan apa belum, gitu kan. Mereka hajar terus untuk meeting, meeting. Orang enggak tahu aku ngantuk, belum tidur. Dan aku harus ngelakuin apa yang mereka mau. Seperti pertanyaan-pertanyaan, ya you know."
Boy memahami maksud Roy dan mengatakan bahwa itu normal dirasakan tiap orang. "Normal tahu. We also human, man. Kita juga pengin di treat normally," kata Boy.
"Gue aja deh yang nanya. How are you doing today? Are you happy? Udah makan belum?" tanya Boy lagi. "I'm really happy," tutup Roy sembari menyalami Boy.
(wk/nere)