'Joker' Dilarang Tayang di Tiongkok Akibat Konten Kekerasan
Film

'Joker' bukanlah film pertama di tahun 2019 yang dilarang tayang di Tiongkok. Sebelumnya, proyek garapan Quentin Tarantino, 'Once Upon a Time in Hollywood', lebih dulu dicekal di negeri Tirai Bambu itu.

WowKeren - "Joker" telah mengukuhkan posisi sebagai film R-rated terlaris di dunia. Tak cuma itu, film arahan Todd Phillips ini juga menjadi salah satu film terlaris rilisan tahun 2019, bahkan telah mengumpulkan keuntungan fantastis di box office.

Namun sayangnya, "Joker" tampaknya tak mampu meraup keuntungan lebih di salah satu pasar terbesar film-film Hollywood, yakni Tiongkok. Pasalnya, film yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix ini dilarang tayang di negeri Tirai Bambu tersebut.

Pelarangan ini tentunya dilakukan bukan tanpa alasan. Usut punya usut, "Joker" dianggap mengandung serangkaian adegan provokatif. Di antaranya adalah adanya adegan kekerasan hingga aksi protes dan bentrok pengunjuk rasa melawan aparat hukum.

Adegan demi adegan ini rupanya menimbulkan kekhawatiran pemerintah Tiongkok sekaligus Hong Kong yang belakangan tengah dihadapkan pada aksi unjuk rasa besar-besaran antara warga sipil dan pihak penegak hukum sejak musim panas lalu. Terlebih lagi, film-film dengan rating R pada umumnya cenderung susah untuk mendapatkan lampu hijau di Tiongkok.


Yang jelas, "Joker" bukanlah film rilisan tahun 2019 pertama yang dilarang tayang di Tiongkok. Sebelumnya, proyek garapan Quentin Tarantino, "Once Upon a Time in Hollywood", lebih dulu dilarang tayang terkait penggambaran Bruce Lee dalam film yang dianggap arogan dan tidak sesuai dengan aslinya.

Pemerintah Tiongkok sebenarnya sempat memberikan kelonggaran, namun Quentin Tarantino menolak untuk mengedit ulang khusus untuk penonton di Tiongkok.

Di sisi lain, "Joker" sendiri sebenarnya sudah memicu kontroversi sebelum penayangannya. Reaksi negatif terhadap "Joker" muncul lantaran film ini dikhawatirkan bakal menginspirasi orang lain untuk melakukan tindakan kekerasan.

Diketahui, belum lama ini keluarga serta teman korban pembunuhan massal saat penayangan film "The Dark Knight Rises" di Aurora, Colorado, pada 2012 lalu mengirimkan surat terbuka pada Warner Bros. Penembakan massal itu terjadi dalam penayangan tengah malam film "The Dark Knight Rises" yang menyebabkan 12 korban meninggal dunia dan 70 lainnya terluka.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!