Para Pengunjuk Rasa di Seluruh Dunia Gunakan Topeng dan Riasan Ala 'Joker', Begini Kata Pakar
Warner Bros. Pictures
Film

Belakangan ini para pengunjuk rasa alias demonstran di seluruh dunia tak segan turun ke jalan dengan mengenakan riasan dan topeng ala Joker, persis dalam versi film.

WowKeren - Seiring dengan prestasi gemilang yang diraih "Joker" di box office, film arahan sutradara Todd Phillips ini rupanya masih belum juga luput dari segala macam kontroversi yang menjeratnya.

Pasalnya, kini film yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix tersebut dianggap menginspirasi dan menjadi simbol unjuk rasa di seluruh dunia. Bahkan para pengunjuk rasa alias demonstran tak segan turun ke jalan dengan mengenakan riasan dan topeng ala Joker, persis dalam versi film.

Contohnya adalah unjuk rasa yang pecah di Beirut, ibu kota Libanon beberapa waktu lalu. Para demonstran rupanya kompak merias diri mereka sendiri agar sesuai dengan penampilan Joker.

Photo-INFO

Bukan cuma di Beirut saja, demonstrasi dengan simbol wajah Joker ini juga terjadi di sejumlah kota lainnya di seluruh dunia. Di antaranya adalah Los Angeles dan Hong Kong.


Terkait masalah ini, penulis dan sejarawan William Blanc pun menjelaskan kenapa menurutnya para demonstran tertarik untuk mengambil rupa Joker sebagai simbol unjuk rasa. Dalam keterangannya, William tak segan menyebut bahwa "Joker" memang memberi pesan untuk memprotes sistem politik dan demokrasi.

Photo-INFO

"Film Todd Phillips tentang Joker memiliki kekuatan evokatif yang nyata. Film ini menggemakan bentuk protes terhadap sistem politik yang orang percaya tidak fleksibel dan tidak mendengarkan orang," tuturnya pada France24.

"Mengesampingkan ketenaran, fenomena ini relatif tidak terdeteksi. Meski demikian, tidak ada keraguan bahwa film Phillips telah mendapat tanggapan yang kuat," imbuhnya lagi.

Di sisi lain, "Joker" sendiri sebenarnya sudah memicu kontroversi sebelum penayangannya. Reaksi negatif terhadap "Joker" muncul lantaran film ini dikhawatirkan bakal menginspirasi orang lain untuk melakukan tindakan kekerasan.

Diketahui, belum lama ini keluarga serta teman korban pembunuhan massal saat penayangan film "The Dark Knight Rises" di Aurora, Colorado, pada 2012 lalu mengirimkan surat terbuka pada Warner Bros. Penembakan massal itu terjadi dalam penayangan tengah malam film "The Dark Knight Rises" yang menyebabkan 12 korban meninggal dunia dan 70 lainnya terluka.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!