Tak ingin dominasi BUMN berlanjut, Jokowi menekankan agar pihak swasta juga diberi ruang untuk ikut andil dalam proyek pembangunan infrastruktur pemerintah lima tahun ke depan.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 06 November 2019 - 20:22 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo akan meneruskan proyek pembangunan infrastruktur yang sudah getol ia lakukan sejak periode pertama pemerintahannya. Namun sayangnya, proyek pembangunan infrastruktur kerap dikeluhkan lantaran lebih banyak diambil oleh perusahaan-perusahaan berplat merah.
Untuk itu, Jokowi memperingatkan agar BUMN tak mengambil semua proyek tersebut. Peringatan ini pun sering kali disampaikan oleh Jokowi dalam berbagai kesempatan.
Jokowi ingin proyek infrastruktur juga dikerjakan oleh perusahaan swasta. Ia berharap di periode kedua pemerintahan ini, swasta bisa ikut berkontribusi untuk membangun proyek pemerintah.
"Saya sudah perintahkan ini, engga sekali, dua kali. Jangan ambil semuanya!" kata Jokowi di Jakarta, Rabu (6/11). "Berikan ruang bagi swasta dan pengusaha lokal, Saya harapkan lima tahun ke depan peran swasta, peran kontraktor lokal betul-betul bisa diberikan ruang yang sebesar besarnya."
Jokowi menekankan agar dominasi BUMN dalam proyek milik pemerintah tidak berlanjut sampai lima tahun ke depan. Ia juga menyebutkan bahwa tak semua proyek infrastruktur pemerintah menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara.
Oleh sebab itu, pemerintah pun mengembangkan berbagai model pembayaran. Ia menegaskan agar swasta diprioritaskan dalam mengambil proyek milik pemerintah.
"Selalu saya sampaikan, tolong tawarkan, berikan prioritas pada swasta dulu," lanjut mantan Wali Kota Surakarta tersebut. "Kalau swasta tak mau, silakan BUMN yang mengerjakan terutama yang IRR rendah karena ada suntikan PMN."
Lebih jauh, ia pun membandingkan pembangunan infrastruktur di Indonesia dengan negara lain. Menurutnya, Indonesia masih jauh tertinggal, misalnya dalam hal pembangunan jalan tol.
Sejak pembangunan Jalan Tol Jagorawi pada 1978 sampai 2014, Indonesia hanya membangun 780 kilometer jalan tol. Jumlah ini masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan Tiongkok yang sudah membangun 280 ribu kilometer.
"Jangan ada yang tepuk tangan. Kita 780 kilometer selama 40 tahun, di China 280.000 kilometer," ujarnya.
Meski demikian, Jokowi bersyukur lantaran peringkat Indonesia dalam hal pembangunan infrastruktur naik. "Pencapaian sangat baik dan kita harapkan daya saing global meningkat," pungkasnya.
(wk/zodi)