Agnes Monica hebohkan publik usai memberi pernyataan kontroversial tentang tidak memiliki darah Indonesia, begini penjelasan ahli DNA yang terkesan mendukung pendapat itu.
- Ruth Meliana
- Rabu, 27 November 2019 - 11:54 WIB
WowKeren - Agnes Monica sedang menjadi sosok kontroversial di Tanah Air setelah memberikan pernyataan yang menyebutkan jika dirinya tidak memiliki darah Indonesia. Sontak pernyataan pemilik album "Agnez Mo" tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat Indonesia terkait rasa nasionalisme-nya.
Peneliti genetika molekul dari Lembaga Eijikman yakni Herawati Supolo Sudoyo lantas mengomentari pernyataan Agnez Mo tersebut. Menurutnya, selama ini memang tidak ada gen murni Indonesia.
Herawati menjelaskan permasalahan ini lewat diskusi asal usul manusia Indonesia. Ia memapaparkan jika orang Indonesia memang kenyataannya tidak benar-benar berasal dari Indonesia.
Setidaknya telah ada empat gelombang migrasi manusia yang melintasi kawasan Nusantara dan berkontribusi dalam melahirkan manusia Indonesia. Gelombang dan jalur migrasi tersebut memang memiliki perjalanan yang berbeda. Walau begitu manusia ini berasal dari Afrika yang merupakan asal usul manusia modern atau Homo Sapiens.
Oleh sebab itu, Herawati menilai apa yang dikatakan Agnez Mo sebenarnya tidaklah salah. Lantaran semua orang Indonesia memang bentuk pencampuran genetika dan berasal dari Afrika.
"Tidak ada gen murni Indonesia," kata Herawati seperti dilansir dari CNNIndonesia, Selasa (26/11). "Kita merupakan pencampuran genetika dan semua berasal dari Afrika."
Lebih lanjut Herawati menjelaskan jika migrasi utama Homo Sapiens ke Nusantara setidaknya terjadi pada 60.000 sampai 4.000 tahun yang lalu. Kemudian migrasi kedua terjadi lewat dari jalur barat, dari Asia Tengah daratan pada kurang lebih 4.300 tahun lalu. Disusul migrasi dari jalur timur Taiwan pada 4.000 tahun lalu.
Kemudian muncul manusia modern di awal 60.000-12.000 tahun lalu (akhir zaman es). Setelah itu mulai datang ras Monggolid Astroasiatik dan Astronesia sejak 4.300 tahun lalu sampai awal masehi.
Kedatangan ras Monggolid Astroasiatik dan Astronesia ini mempengaruhi DNA orang-orang Indonesia sendiri. Herawati menyebutkan jika presentase genetika Astronesia lebih dominan di bagian barat Indonesia dan genetika Papua di kawasan timur Indonesia.
Penjelasan senada juga diungkapkan oleh sejarawan Universitas Nasional (UNAS), Andi Achdian. Menurut Andi, pernyataan "darah Indonesia" yang disebutkan Agnez tidak bisa hanya dilihat dari satu aspek saja lantaran istilah pribumi sendiri tidak bisa dikerucutkan pada satu golongan saja.
"Banyak tokoh warga keturunan yang lahir di Indonesia dan menjadi tokoh penting terbentuknya Indonesia," jelas Andi. "Jadi bangsa ini bukan cuma satu kelompok. Tapi terdiri dari beragam pihak, Belanda ada, Indo ada, Arab ada. Yang membentuk orang Indonesia."
(wk/lian)