Puput yang sebentar lagi akan melahirkan buah hatinya dan Ahok itu ternyata masih tampak aktif mendampingi suami. Ia sempat tampil anggun memakai batik dan sandal kelas dunia seharga Rp9 juta.
- Ria Susilo Wardhani
- Kamis, 19 Desember 2019 - 10:50 WIB
WowKeren - Istri Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Puput Nastiti Devi, saat ini sedang hamil tua. Meski begitu, Puput masih tetap aktif mendampingi Ahok yang kini menjabat sebagai komisaris utama Pertamina.
Dengan tugas baru Ahok yang cukup penting dan berkelas, Puput mau tak mau menyesuaikan diri. Ia terlihat tampil elegan ketika menemani Ahok di sebuah acara.
Dalam foto, tampak sosok Ahok yang tampil gagah. Sedangkan Puput terlihat cantik nan anggun mengenakan dress batik.
Yang menarik, sandal teplek milik Puput bukan barang sembarangan. Sandal itu ternyata berlabel kelas dunia, Hermes. Harganya pun cukup mahal yakni sekitar Rp9 juta.
Puput sendiri punya kebiasaan memakai barang branded. Ia pernah memakai gelang Hermes Rp9 juta. Puput juga sempat terlihat memakai tas Louis Vuitton senilai puluhan juta rupiah.
Sementara itu, Ahok sendiri dikabarkan mendapat bayaran tinggi dengan kisaran miliaran rupiah untuk posisi Komisarius Utama Pertamina. Namun meski bergaji menggiurkan, Ahok menjabat sebagai komisaris bukan demi harta. Ia justru berambisi menjadikan Pertamina sebagai perusahaan dunia.
"Tantangan ke depan pasti banyak, tapi tantangan ini adalah peluang & menjadi pengingat bahwa kita perlu bekerja sama dengan baik. Saya yakin dengan kekompakan serta kerja sama, serta ridho Tuhan bisa membawa Pertamina menjadi perusahaan kelas dunia. Selamat Ulang Tahun Pertamina," kata Ahok, Desember lalu.
Menteri BUMN Erick Thohir sempat mengungkap tugas Ahok sebagai komisaris. Yakni memetakan 142 anak perusahaan Pertamina.
"Ternyata di Pertamina itu ada 142 perusahaan, ini yang saya minta juga untuk komisaris utama dan direksi utama, di rapat bulan Januari saya minta mapping," seru Erick. "142 perusahaan ini usahanya apa? Terus bagaimana kesehatan perusahaannya. Saya nggak mau nanti ternyata 142 perusahaan ini hanya oknum-oknum yang menggerogoti Pertamina."
(wk/riaw)