Pihak Gedung Putih mengkritik Partai Demokrat hanya mengejar ambisi untuk membatalkan hasil Pemilihan Presiden 2016 dengan melakukan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump.
- Ruth Meliana
- Jumat, 20 Desember 2019 - 10:50 WIB
WowKeren - Presiden Donald Trump telah dimakzulkan oleh House of Representatives alias DPR Amerika Serikat (AS). Kini proses pemakzulan akan dilanjutkan di sidang senat. Trump menjadi Presiden AS ke-3 sepanjang sejarah yang dimakzulkan oleh DPR AS.
Pihak Gedung Putih melalui website resmi mereka yakni White House lantas memberikan pembelaan mereka kepada Presiden Trump. Mereka menuduh Partai Demokrat hanya mengejar ambisi partai semata untuk membatalkan hasil Pemilihan Presiden 2016 silam dengan melakukan pemakzulan terhadap Trump.
Gedung Putih juga menyampaikan jika pemakzulan ini hanya sebagai cara untuk mempengaruhi Pilpres 2020 mendatang. "Rakyat Amerika tidak tertipu oleh perilaku tercela ini," sebut Gedung Putih dalam pernyataan resmi mereka, Rabu (18/12).
Pemakzulan Trump ini sendiri masih terus berlanjut dengan membawa dakwaan penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres AS ke Senat. Nantinya, Senat AS akan menggelar sidang dan memutuskan apakah mereka setuju memakzulkan Trump sepenuhnya atau tidak.
Untuk melakukan pemakzulan terhadap Trump, dibutuhkan setidaknya dua pertiga suara mayoritas dalam Senat AS. Gedung Putih pun percaya jika Senat akan memulihkan ketertiban dan menegakkan keadilan yang dinilai telah diabaikan dalam DPR AS. Mereka juga meyakini jika Trump dapat terbebas sepenuhnya di Senat.
"Presiden meyakini Senat akan memulihkan ketertiban, keadilan dan penegakan hukum, yang semuanya diabaikan dalam proses di DPR. Dia (Trump) bersiap untuk langkah-langkah selanjutnya dan percaya diri bahwa dia akan dibebaskan sepenuhnya," kata Gedung Putih. "Presiden Trump akan terus bekerja tanpa lelah untuk memenuhi kebutuhan dan prioritas rakyat Amerika, seperti yang telah dilakukannya sejak dia menjabat."
Gedung Putih juga menyampaikan jika pemakzulan yang dilakukan Partai Demokrat yang mendominasi DPR AS sebagai penipuan dan hal paling memalukan dalam sejarah negara. Mereka menilai hak Trump untuk mendapat keadilan dan proses hukum yang mendasar telah disangkal.
"Hari ini menandai puncak dari salah satu babak politik paling memalukan di DPR dalam sejarah negara kita," ujar Gedung Putih. "Tanpa menerima satu pun suara dari Republikan dan tanpa memberikan bukti pelanggaran apapun, Demokrat mendorong dakwaan-dakwaan pemakzulan tidak sah terhadap Presiden melalui DPR."
(wk/lian)