Serentetan peristiwa besar terjadi di pertengahan tahun kedua Indonesia. Mulai dari rekonsiliasi Jokowi-Prabowo hingga aksi kerusuhan, berikut kejadian heboh di RI mulai Juli hingga Desember.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 31 Desember 2019 - 16:57 WIB
WowKeren - Sederet kejadian di pertengahan kedua tahun 2019 juga tak kalah menyedot perhatian publik. Sebut saja ketika Presiden Joko Widodo alias Jokowi menggelar pertemuan perdananya dengan Prabowo Subianto.
Tak lama setelah itu, Indonesia kembali diuji dengan kerusuhan yang terjadi di Bumi Cenderawasih hingga polemik pengesahan RUU KPK. Sementara itu tak hanya ancaman teror, di penghujung akhir tahun publik dibuat tercengang ketika Direktur Utama salah satu BUMN terlibat skandal penyelundupan motor mewah.
(wk/zodi)1. Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo usai Pilpres 2019
Juli 2019 menjadi catatan sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, dua tokoh besar negara yang sempat berseteru di Pilpres melakukan rekonsiliasi. Presiden Jokowi dan Prabowo menggelar pertemuan perdana sejak Pilpres digelar.
Bukan di Istana Negara ataupun tempat resmi lainnya, pertemuan tersebut justru berlangsung di Stasiun MRT Lebak Bulus Jakarta. Tak ayal, pertemuan ini pun disambut antusias oleh masyarakat. Pasalnya, pertemuan tersebut telah dinanti-nanti mengingat suasana pasca Pilpres boleh dibilang tak kondusif.
Hal itu dikarenakan pendukung Jokowi maupun Prabowo kerap berseteru hingga membuat situasi kondisi politik di Indonesia memanas. Namun rupanya, meski para pendukung saling berselisih paham, hal itu tak terlihat pada dua tokoh besar ini. Keduanya terlihat begitu santai bercakap-cakap sambil duduk bersama di kursi kereta di pertemuan tersebut.
2. Kerusuhan di Bumi Cenderawasih
Kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah Papua bermula dari insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua yang ada di Surabaya. Insiden tersebut dinilai kental akan unsur rasisme sehingga membuat publik Papua naik pitam.
Aksi yang berlangsung di Manokwari cukup mencekam hingga membuat Ibu Kota Papua Barat lumpuh total.Tak hanya di Manokwari, kerusuhan juga pecah di ibu kota Papua, Jayapura. Kondisi di Papua terus memanas sampai beberapa waktu lamanya. Bahkan, pemerintah sempat melakukan pemblokiran pada akses internet di Papua maupun Papua Barat demi menjaga keamanan.
Sementara itu di belahan Indonesia lainnya, lebih tepatnya di Jakarta dan Jawa Barat, peristiwa mati listrik massal juga tak kalah menggemparkan. Peristiwa tersebut bahkan berlangsung lama hingga beberapa jam lamanya di sejumlah wilayah.
Masih di bulan yang sama, Indonesia berduka dengan kepergian Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, KH Maimun Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen. Mbah Moen wafat pada 6 Agustus saat menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi.
3. Polemik Pengesahan RUU KPK
Pemerintah terus mengkampanyekan untuk memberantas korupsi yang sudah mendarah daging di negeri ini. Namun hal itu justru dianggap bertolak belakang dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah. Salah satunya pengesahan Revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sejumlah poin dalam RUU tersebut dinilai justru akan melemahkan KPK sebagai lembaga antirasuah sehingga tak ayal pengesahan tersebut menuai polemik. Bahkan protes publik diwarnai dengan aksi turun ke jalan secara besar-besaran oleh mahasiswa di sejumlah wilayah di Indonesia.
Jokowi pun didesak untuk segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu). Namun hingga sekarang, Perppu ini tak kunjung terbit. Selain menuntut Perppu, Aksi mahasiswa turun ke jalan juga untuk memprotes pasal-pasal dalam RKUHP yang dianggap tak masuk akal.
Belum sampai di situ, di bulan yang sama masyarakat di sejumlah wilayah juga diuji dengan adanya karhutla. Karhutla yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera kian parah Tak hanya berbuntut pada timbulnya gangguan pernapasan penduduk, asap karhutla juga menyebabkan sejumlah penerbangan harus dibatalkan dan pemerintah setempat terpaksa meliburkan sekolah.
Tak hanya itu, di bulan September rakyat Indonesia harus berduka atas kepulangan Presiden ke-5 RI Bacharuddin Jusuf Habibie ke rahmatullah. Sebagai bentuk bela sungkawa, pemerintah menetapkan hari berkabung nasional selama 3 hari berturut-turut.
4. Pelantikan Presiden-Wakil Presiden
Meski sudah sah menjadi pemenang Pilpres 2019, pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden baru dilaksanakan bulan Oktober. Pelantikan ini pun disambut baik oleh publik. Hal itu terlihat dari ramainya tagar #PestaRakyatNKRI yang bergema di media sosial Twitter.
Puluhan ribu personel gabungan TNI-Polri pun dikerahkan untuk mengamankan jalannya pelantikan yang digelar pada 20 Oktober. Tak hanya itu, pelantikan yang molor satu jam juga sempat menuai kritikan.
Tak lama berselang, publik dikejutkan dengan unggahan salah satu politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait anggaran APBD Pemprov DKI Jakarta. dari sejumlah anggaran fantastis, salah satu yang membekas di ingatan publik dan menjadi perbincangan hebat waktu itu adalah anggaran lem aibon yang mencapai Rp 82 miliar.
5. Teror Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan
Sebuah ledakan bom bunuh diri kembali terjadi di Polrestabes Medan, Jalan HM Said Medan Perjuangan, Medan, Sumatera Utara pada pertengahan November lalu. Pelaku berhasil lolos dari pengamanan Polrestabes Medan karena mengenakan atribut ojek online.
Selain pelaku yang tewas dengan kondisi mengenaskan, insiden tersebut mengakibatkan 6 orang mengalami luka-luka. Dari penyelidikan yang dilakukan, polisi menetapkan 46 tersangka yang diduga terkait dengan aksi teror bom. Para tersangka tersebut ditangkap di sejumlah wilayah Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan.
Di waktu yang sama, kemunculan 'desa siluman' juga tak kalah menghebohkan publik. Disebut desa siluman, lantaran desa-desa ini tidak memiliki penduduk namun tetap menerima kucuran dana dari pemerintah pusat. Yang paling menyita perhatian adalah kemunculan desa fiktif di Konawe, Sulawesi Tenggara. Namun kekinian, Menteri Keuangan Sri Mulyani justru menarik pernyataannya terkait keberadaan desa-desa tersebut.
6. Skandal Penyelundupan Harley Davidson oleh Eks Dirut Garuda Indonesia
Di penghujung tahun, publik kembali dibuat tercengang dengan aksi penyelundupan motor mewah Harley Davidson serta sepeda seharga puluhan juta rupiah melalui pesawat Airbus milik PT Garuda Indonesia. Buntut dari kasus ini, Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Direktur Utama Garuda Indonesia beserta segenap jajaran direksi lainnya yang terlibat.
Masih di bulan yang sama, putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming resmi maju dalam kontestasi Pilkada Serentak 2020. Gibran mendaftar sebagai Calon Wali Kota Solo periode 2020-2025 melalui DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah.
Langkah Gibran ini tak kalah menuai sorotan. Tak sedikit pihak yang menilai bahwa hal ini sebagai bentuk upaya membangun dinasti politik. Pasalnya, bukan hanya Gibran saja yang maju ke Pilkada namun juga sang menantu presiden, Bobby Nasution. Namun tentu saja, tudingan dinasti politik dibantah oleh Jokowi maupun Gibran sendiri.