Situasi di Laut Natuna, Kepulauan Riau sempat memanas usai Tiongkok mengerahkan kapal coast guard-nya dan secara sepihak mengklaim kedaulatan atas perairan tersebut.
- Elvariza Opita
- Rabu, 08 Januari 2020 - 15:19 WIB
WowKeren - Bila Timur Tengah dibuat geger dengan tegangnya tensi antara Iran dan Amerika Serikat, maka beda hal terjadi di Indonesia. Diketahui Indonesia kini tengah berkonflik dengan Tiongkok lantaran negeri tirai bambu itu secara sepihak mengklaim kedaulatan atas Laut Natuna, Kepulauan Riau.
Ketegangan pun makin terasa usai pemerintah menerjunkan TNI untuk turut mempertahankan kedaulatan dan keamanan di sana. Tercatat TNI AU telah mengirimkan hingga empat jet tempur demi membantu pengamanan wilayah tersebut.
Menanggapi "panasnya" reaksi Indonesia, Tiongkok pun angkat bicara. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, dalam konferensi persnya menyebut pihaknya enggan bertikai dengan Indonesia. Sebagai gantinya, Geng mengklaim pihaknya berharap agar masalah Natuna diselesaikan secara diplomatis.
"Tiongkok dan Indonesia telah menjalin komunikasi melalui berbagai kanal diplomatik. Tiongkok dan Indonesia adalah partner strategis," ungkap Geng, Selasa (7/1). "Bagi kami, persahabatan dan kerja sama adalah hal yang terpenting sementara perselisihan hanyalah riak dalam hubungan kedua negara."
"Sebagai negara penting di Laut China Selatan," imbuh Geng. "Tiongkok dan Indonesia memiliki tugas penting untuk menjaga perdamaian dan stabilitas."
Lebih lanjut, Geng menyebut hubungan bilateral antara Tiongkok dan Indonesia merupakan hal yang wajib dipelihara satu sama lain. Oleh karena itu, menurutnya, penyelesaian masalah secara diplomatis merupakan solusi utama.
"Tiongkok juga selalu memandang hubungan bilateral dengan Indonesia dari perspektif strategis dan jangka panjang," pungkas Geng. "Kami yakin Indonesia juga akan melihat gambaran besar hubungan bilateral antara kedua negara dalam menyelesaikan perbedaan dengan Tiongkok."
Di sisi lain, Presiden Joko Widodo dilaporkan baru saja melakukan kunjungan kerja ke Natuna. Usai meninjau situasi di sana, Jokowi pun meminta masyarakat untuk "lebih tenang" lantaran tak ada kapal asing yang melanggar batas kedaulatan Indonesia. Simak penjelasan lengkapnya di sini.
(wk/elva)