Ditawari UEA Ribuan Lapangan Kerja, Pemerintah Justru Menolak
Nasional

Presiden Joko Widodo akan melakukan kunjungan resmi ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada 11-13 Januari 2020. Adapun maksud kunjungan tersebut adalah untuk menandatangani perjanjian investasi.

WowKeren - Pemerintah terus berupaya membuka pintu kerja sama investasi dengan sejumlah negara. Salah satunya dengan Uni Emirat Arab.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo alias Jokowi rencananya akan melakukan kunjungan resmi ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada 11-13 Januari 2020. Adapun maksud kunjungan tersebut adalah untuk menandatangani perjanjian investasi. Tak tanggung-tanggung, nilai investasi tersebut jumlahnya mencapai 18,8 miliar dolar AS.

Selain akan menanamkan modal di Indonesia, negara tersebut juga menawarkan ribuan lapangan kerja untuk warga negara Indonesia. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut menuturkan bahwa UEA menawarkan lapangan untuk tenaga kerja tanpa keterampilan. Dikatakannya, Indonesia tidak mau yang seperti itu.


"Persiapan semua Abu Dhabi," kata Luhut di Jakarta, Rabu (8/1). "Karena Abu Dhabi nawarin lapangan kerja, kita kan mau yang skilled labor. Tapi mereka saranin buka yang non-skill tapi kita nggak mau."

UEA sendiri membutuhkan ribuan tenaga kerja dari Indonesia. Namun, pemerintah menginginkan tenaga ahli yang dipekerjakan di sana adalah yang memiliki keterampilan.

"Berapa ribuan, kalau cuma minta seratus ya kamu saja. Kita masuk sana," tegas luhut. "Kita maunya yang skill. kita mau dia di-training orang kita di sini supaya bisa masuk ke sana. Karena banyak skilled labor yang dibutuhkan."

Sementara itu terkait investasi UEA ke Indonesia, hal itu akan meliputi berbagai aspek. Mulai bidang energi, kesehatan, hingga pendidikan. Ia mengatakan bahwa investor UEA sendiri sangat tertarik untuk menggarap proyek kilang Pertamina. "Tanggal 13 Januari nanti, Presiden kunjungi Abu Dhabi berangkat tanggal 11 pagi untuk menyelesaikan proyek tanda tangan senilai 20 miliar dollar AS," kata Luhut.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait