Banjir bandang menerjang Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, pada Rabu (29/1) sekitar pukul 13.00 WIB. Apa kata Mbah Mijan soal bencana alam itu?
- Diah Candra Trisanti
- Kamis, 30 Januari 2020 - 04:04 WIB
WowKeren - Banjir bandang menerjang Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, pada Rabu (29/1) sekitar pukul 13.00 WIB. Banjir tersebut meluluh lantahkan bangunan dan rumah warga sekitar. Video banjir bandang pun viral di media sosial.
Akun gosip @lambeturah_official mengunggah beberapa video terkait banjir bandang tersebut. Air bercampur lumpur tampak mengalir deras di sela-sela pemukiman warga. Beberapa puing dan reruntuhan pun ikut terseret.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNBP Agus Wibowo banjir bandang ini disebabkan oleh curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Pegunungan Ijen. Kebakaran hutan dan lahan tahun 2019 lalu di wilayah hulu juga menjadi salah satu faktor.
Paranormal kondang Mbah Mijan ikut buka suara soal banjir bandang Bondowoso. Lewat akun Instagram miliknya, Mbah Mijan juga mengunggah video banjir tersebut.
Di bagian caption, Mbah Mijan ikut prihatin atas musibah yang terjadi. Ia mendoakan agar tidak ada banjir susulan dan korban jiwa lagi.
"Kagem sederek Bondowoso, Jawa Timur, saya turut prihatin," ungkap Mbah Mijan. "Semoga tidak ada susulan dan tidak ada korban jiwa. Sing sabar, sing kuat nggih."
Unggahan Mbah Mijan seketika menuai banyak komentar netter. Tidak sedikit yang turut mendoakan keselamatan warga di sana.
"Innalillahi.....ya allah turut prihatin smg org2 dsna baik2 aja, ttap dlm lindungan dri allah swt," komentar akun @suci***mh. "Semoga semua diberikan kekuatan kesabaran juga keselamatan dari musibah yg dihadapi ...Allah bersama orang 2 yg sabar dan tawakal," tambah akun @chris***a1928.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi banjir bandang pada Rabu malam. Ia juga membawa sejumlah bantuan logistik untuk warga korban banjir.
Akibat banjir bandang tersebut, sekitar 200 rumah warga terendam lumpur setinggi 30cm. Sebanyak 300 KK juga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
(wk/diah)