Banyak teori konspirasi bermunculan usai wabah virus Corona menjadi sorotan. Salah satunya adalah virus ini didapatkan oleh Tiongkok usai mencuri dari laboratorium di Kanada.
- Nidya Putri
- Kamis, 30 Januari 2020 - 15:17 WIB
WowKeren - Virus Corona jenis baru (2019-nCoV) telah menjadi wabah yang mengkhawatirkan seluruh dunia. Pasalnya, virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini telah menginfeksi ribuan orang dan memakan lebih dari 100 korban jiwa.
Adanya wabah yang disebut-sebut mengancam jumlah populasi manusia ini membuat sejumlah teori konspirasi bermunculan. Beberapa waktu yang lalu muncul teori konspirasi yang mengatakan jika virus Corona merupakan salah satu senjata biologis.
Baru-baru ini muncul teori konspirasi yang menyebutkan jika virus Corona yang ada di Wuhan adalah hasil curian dari laboratorium virus di Kanada. Kabar ini beredar melalui berbagai media sosial.
Namun rupanya, kisah ini diplintir oleh netizen dari berita Canada Broadcasting Centre (CBC) tentang skandal yang terjadi tahun 2019 lalu. Menurut kisah yang beredar di media sosial, 2 ilmuwan China menyelundupkan virus Corona ke laboratorium di Wuhan pada tahun 2019.
Public Health Agency Canada (PHAC) membantah ada kaitan apapun antara National Microbiology Lab (NML) di Winnipeg, 2 ilmuwan yang dikeluarkan dari gedung pada musim panas 2019 dan wabah virus corona di Tiongkok. "Ini adalah misinformasi dan tidak ada basis faktual untuk claim yang dibuat di media sosial," kata Eric Morrissette, kepala hubungan media Health Canada dan Public Health Agency Canada.
Sementara itu, kasus pencurian virus Corona ini mengacu pada kasus Dr Xiangguo Qiu yang ramai di Kanada pada 2019. Dr Xiangguo Qiu sendiri merupakan pakar virus dari Tianjin, Tiongkok yang datang ke Kanada sejak 1996.
Qiu mendapatkan penghargaan Governor General's Innovation Awards 2018 karena membantu mengembangkan ZMapp, obat virus Ebola di Afrika. Qiu dan suaminya yang bernama Keding Cheng bekerja di NML Winnipeg. Jabatan Qiu adalah kepala seksi Pengembangan Vaksin dan Terapi Antivirus.
Namun pada 2 Agustus 2019 ada kejadian pengiriman virus Ebola dan Henipah dari NML ke Beijing memakai pesawat Air Canada pada 31 Maret 2019. Lantas, CBC pun menegaskan jika virus yang dikirim pada kejadian itu adalah virus Ebola dan Henipah, bukan virus corona seperti yang beredar di media sosial.
Cerita kemudian berlanjut dimana menyebutkan jika Qiu punya hubungan dengan Wuhan, kota tempat wabah virus Corona. CBC memberitakan Qiu setidaknya 5 kali ke China sepanjang 2017-2018 termasuk mengunjungi Wuhan National Biosafety Lab yang dikelola Chinese Academu of Science. Ini adalah lembaga yang dikirimi virus oleh NML.
Lab ini memiliki nama lain yaitu Wuhan Institute of Virology, satu-satunya lab dengan status biosafety level 4 di China, setara dengan NML di Kanada. Namun, pihak NML mengatakan adalah tidak benar kalau ada orang kerja untuk pemerintah Kanada, lalu memberi rincian pekerjaan rahasia dan pengetahuannya untuk membangun laboratorium bagi negara asing.
Tak sampai di situ, menurut kabar tersebut pihak laboratorium di Kanada memiliki hubungan dengan pemecatan dr Ali Mohammed Zaki yang menemukan virus Corona di Arab Saudi. Dr Zaki adalah orang pertama yang menemukan virus Middle East Respiratory Syndrome-Coronavirus (MERS-CoV). Tapi dia malah dipecat pemerintah Arab Saudi yang khawatir penemuan ini mengganggu pelaksanaan musim ibadah haji.
(wk/nidy)