238 WNI yang ada di Provinsi Hubei telah berhasil dievakuasi pada Minggu (2/1). Mereka akan menjalani masa observasi selama 14 hari di Lanud Raden Sadjad, Kabupaten Natuna, Kepri.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 03 Februari 2020 - 13:02 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi memerintahkan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto untuk berkantor di Natuna. Perintah Jokowi itu disampaikan oleh juru bicara presiden Fadjroel Rachman.
Adapun Terawan diminta pindah sementara ke sana terkait proses observasi. Seperti diberitakan sebelumnya, 238 WNI yang ada di Provinsi Hubei telah berhasil dievakuasi pada Minggu (2/1). Mereka akan menjalani masa observasi selama 14 hari di Lanud Raden Sadjad, Kabupaten Natuna, Kepri. Sehingga kehadiran Terawan di lokasi bisa memantau secara langsung proses itu.
"Perlindungan kesehatan yang sangat ketat dipantau secara langsung Menteri Kesehatan," kata Fadjroel, Senin (3/1). "Bersama tim yang diinstruksikan Presiden untuk berkantor di Natuna."
Fadjroel pun juga menyampaikan rasa terima kasih pemerintah atas kerja sama masyarakat selama ini. Sehingga para WNI yang dari Tiongkok tersebut bisa dievakuasi dengan selamat.
"Pemerintah mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia," lanjut Fadjroel. "Atas keikhlasan dan kebesaran hati menerima keprihatinan bersama terhadap saudara sebangsa kita 238 WNI dalam evakuasi kemanusiaan dari Provinsi Hubei."
Adapun prosedur yang dilakukan juga telah berpegang pada arahan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dia menegaskan pemerintah menjamin 238 WNI bersama 42 orang tim penjemput dalam keadaan sehat.
Selain itu, Jokowi juga menyetop penerbangan dari dan menuju Tiongkok. Begitu pula dengan pendatang dari Tiongkok.
"Pemerintah juga menghentikan fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival ke Indonesia untuk warganegara Tiongkok," ujar Fadjroel. "Agar lebih optimal perlindungan kesehatan seluruh penduduk Indonesia maka Presiden Joko Widodo meminta seluruh WNI tidak melakukan perjalanan ke Tiongkok hingga wabah virus corona ini dinyatakan selesai oleh pihak berwenang seperti Kementerian Kesehatan dan WHO."
Sebelumnya, keputusan pemerintah untuk menempatkan ratusan WNI dari Tiongkok mendapat penolakan dari masyarakat Natuna. Kehadiran para WNI itu membuat warga panik bahkan beberapa ada yang tidak ingin keluar rumah.
(wk/zodi)