Begini kisah warga Uighur hingga Arab di Tiongkok yang menunjukkan kepedulian mereka dengan menggelar aksi sosial untuk membantu melawan wabah virus corona.
- Ruth Meliana
- Selasa, 11 Februari 2020 - 15:40 WIB
WowKeren - Wabah virus corona atau Novel Coronavirus (nCov) saat ini telah mengguncang dunia setelah dilaporkan menewaskan lebih dari seribu orang. Virus mematikan ini pertama kali muncul di pasar ikan dan hewan Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.
Dilasir dari China Daily News, seorang warga di wilayah otonomi Xinjiang Uighur ikut merasa khawatir dengan wabah ini dan turut menggelar aksi sosial sebagai bentuk kepeduliannya dalam melawan virus corona. Ia dilaporkan telah menyumbangkan 11 ekor kuda seharga 88 ribu Yuan atau sekitar 12.570 dollar Amerika.
"Saya sedih dengan adanya kejadian luar biasa (outbreak) serangan corona virus di Hubei," ujar Ba Baintolle, pria Uighur yang juga seorang pemelihara kuda (herdsman), seperti dikutip dari China Daily News. "Mereka telah banyak menolong kami, sekarang saatnya kami membantu mereka."
Selama ini, Ba tinggal di Desa Wenquan, wilayah perfektur otonomi Bortala Mongolian. Ia telah memelihara sebanyak 400 kuda dan berhasil menghasilkan hingga 150 ribu Yuan per tahun. Menurutnya, kuda dipandang dalam budaya Tiongkok telah melambangkan keberanian dan kemauan keras.
Ba lantas ikut mendukung masyarakat Hubei agar dapat terus tabah dan tidak menyerah dalam melawan virus corona. Ia juga berterima kasih kepada Pemerintah Hubei yang selama ini telah menolong warga Uighur dengan memberikan bantuan sebesar 30 ribu Yuan per tahun yang telah digunakan untuk membangun infrastruktur, mengenalkan teknologi, dan mendirikan sekolah.
"Saya berharap masyarakat di Hubei bisa berani melawan virus corona. Jangan menyerah," dukung Ba. "Kami selalu bersama masyarakat Hubei meski terpisah jauh."
Selain warga Uighur, kepedulian juga ditunjukkan oleh sejumlah warga Arab yang bermukim di Tiongkok. Melalui grup WeChat yang beranggota 480 orang, sebagian mereka sedang menunggu izin dari Pemerintah Wuhan agar dapat menjadi relawan yang membantu menangani virus corona.
"Saya seorang dokter dan bisa bicara dalam bahasa Arab, China, dan Inggris. Saya bisa membantu merawat pasien dan melakukan yang lain," ujar Wari, warga Tiongkok asal Palestina seperti dilansir dari Xinhua. "Awalnya saya membantu menerjemahkan dan menyebarkan informasi tentang virus corona dari pemerintah. Selanjutnya makin banyak orang yanga gabung dalam grup WeChat."
"Saya sangat percaya dengan upaya kontrol menghadapi outbreak. Tapi untuk pelajar asing yang masih muda, mereka mungkin panik meski sudah menerima bantuan dari universitas," sambungnya. "Dalam kondisi ini, saya harus menenangkan mereka seperti kakak."
(wk/lian)