Uya Kuya turut merasakan dampak virus corona yang sudah menyebar hampir ke seluruh dunia. Hobinya membeli jam tangan mewah pun harus diurungkan karena nilai dolar yang diketahui ikut melonjak.
- Wahyu
- Jumat, 28 Februari 2020 - 16:05 WIB
WowKeren - Akhir tahun 2019, dunia digemparkan dengan munculnya wabah virus corona yang memakan banyak korban jiwa. Total orang yang terinfeksi virus corona di seluruh dunia hingga saat ini mencapai 81.109 orang. Masyarakat di seluruh dunia masih khawatir dengan kemungkinan virus corona yang akan terus memakan korban jiwa, karena masih belum ditemukan vaksin untuk penyembuhannya.
Dampak virus corona yang luar biasa tentu sangat dirasakan oleh seluruh masyarakat di dunia. Tak hanya berdampak pada kesehatan, ternyata penyebaran virus corona juga menyebabkan perlambatan ekonomi dunia, termasuk di Tanah Air.
Hal itu dirasakan oleh presenter Uya Kuya jika perekonomian di Indonesia kini lambat lantaran kena imbas dari virus corona. "Rupiah nggak nahan krisis dunia ini gara-gara corona. Iya lah, sampai rupiah aja ikut terkoreksi melemah karena ekonomi dunia pasti turun," ujar Uya Kuya dilansir dari Grid.id, Jumat (28/2).
Karena itu, rupiah dinilai bisa melemah lantaran dolar menguat, meski kekhawatiran pasar atas virus corona masih tinggi. "Semua pabrik-pabrik, barang-barang dari Cina stop industri. Banyak juga stop produksi, pabrik-pabrik barang-barang dari Cina engak bisa masuk ke seluruh dunia. Akhirnya dolarnya menguat, rupiahnya nggak bisa nahan dan jadi melemah," ungkap Uya.
Lantaran hal itu, Uya Kuya yang hobi membeli jam tangan mewah mengaku sudah lama tak membeli barang favoritnya itu. Ia mengurungkan sejenak niatannya untuk membeli barang mewah tersebut. Menurutnya, karena virus corona nilai dolar pun menjadi naik sehingga membuat harga barang-barang impor ikut melonjak.
"Enggak, ini udah lama nggak beli jam. Ekonomi dunia lagi susah, dolar lagi tinggi, jadi stop beli yang berkaitan dengan dolar dulu" ucap Uya. "Biasanya sih saya suka beli dolar, cuman ini nyesel nih Februari ini nggak sempat beli dolar karena ternyata dari 14.600 naik jadi 13.900 jadi 14.000 dan harganya jadi 14.300," pungkasnya.
(wk/wahy)