Berlinang Air Mata, Fairuz A. Rafiq Minta Keadilan Sebagai Korban Kasus 'Ikan Asin'
Instagram
Selebriti

Fairuz A. Rafiq tak kuasa menahan air mata saat mengetahui hasil dari sidang lanjutan pada Senin (2/3) lalu tidak sesuai dengan harapannya. Keterangan saksi yang meringankan hukuman para terdakwa, membuat Fairuz hanya meminta keadilan sebagai korban.

WowKeren - Persidangan kasus "Ikan Asin" yang dilakukan oleh Pablo Benua, Rey Utami, dan Galih Ginanjar terhadap Fairuz A. Rafiq masih bergulir. Kemarin Senin (2/3), sidang lanjutan kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya. Agenda persidangan saat itu adalah mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan pihak terdakwa.

Para saksi nyatanya memberikan keterangan yang menguntungkan para terdakwa. Galih Ginanjar cs tampak menghirup napas lega saat mendengarkan keterangan para saksi di persidangan yang meringankan hukuman mereka. Sempat terselenting pula kabar jika saksi yang terdakwa hadirkan di persidangan adalah saksi fiktif atau palsu.

Mengetahui hal itu, Fairuz dan sang suami Sonny Septian mencoba memperingatkan para terdakwa. Ia mengatakan jika benar trio "ikan asin" melakukan hal itu, maka mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Sebelum mereka bersaksi pun kalau di persidangan kan kita harus disumpah dengan Al Quran. Secara nggak langsung kalau kita sudah bersumpah dengan Al Quran itu adalah sesuatu yang tidak boleh dilanggar," ujar Sonny Septian melansir dari Insertlive.com, Rabu (4/3).


"Kalau kita bohong ada konseskuensi dengan Tuhan dan di pengadilan pun seorang saksi tidak boleh berbohong karena ada konsekuensinya lagi, jadi harus berbicara sejujur-jujurnya yang dia tahu," lanjut pria itu.

Di samping itu, Fairuz yang menjadi korban hanya bisa pasrah dan menginginkan para terdakwa mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya. "Saya dan keluarga hanya bisa berdoa, berserah pada Allah, mudah-mudahan saya bisa mendapatkan keadilan seadil-adilnya," ungkap Fairuz sambil berlinang air mata.

Fairuz berharap jika dirinya menjadi wanita terakhir yang harga dirinya diinjak-injak oleh orang lain demi popularitas semata. Ia ingin dengan adanya kasus "ikan asin" ini akan banyak orang yang belajar untuk menghargai wanita dan saling menghormati sesama.

"Saya di sini adalah korban yang harga dirinya diinjek-injek sama mereka dan harapan saya cukup sampai di saya perempuan yang harga dirinya diinjek nggak ada lagi orang yang menginjak harga diri wanita manapun," pungkas Fairuz.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait