Presiden Trump Disebut Pencitraan Kala 'Ikhlaskan' Gaji Demi Berantas Corona
Dunia

Presiden Donald Trump telah mengikhlaskan untuk menyumbang tiga bulan gajinya demi memberantas virus corona (covid-19). Namun, aksinya justru disebut pencitraan semata.

WowKeren - Wabah virus corona (Covid-19) saat ini begitu mengguncang dunia setelah dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang. Virus yang pertama kali muncul di pasar ikan dan hewan Wuhan, Tiongkok ini seolah tidak dapat dihentikan lantaran terus menyebar ke berbagai negara di belahan dunia lainnya.

Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu negara yang terimbas virus corona. Data terkini menunjukkan jika AS telah memiliki 126 kasus virus corona dan sebanyak 9 orang dinyatakan meninggal dunia. Sekitar 78 kasus berasal dari 13 negara bagian. Bahkan, kota besar seperti Washington dan California tercatat memiliki pasien terbanyak yaitu masing-masing 27 orang.

Keadaan tersebut telah membuat Presiden AS Donald Trump turut menyumbangkan tiga bulan gajinya sebagai presiden kepada Departemen Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat (HHS). Ia memberikan gajinya demi membantu memerangi penyebaran virus corona di AS.

Aksi Presiden Trump diungkapkan oleh Juru Bicara dan Direktur Gedung Putih Stephanie Grisham. Menurut keterangannya, Trump telah mendonasikan uang sebesar US$100 ribu (sekitar Rp1,4 miliar) untuk menghadapi, mengendalikan, dan memerangi penyebaran virus tersebut.


Trump Sumbangkan Gaji

Twitter

"Presiden berkomitmen untuk menyumbangkan gajinya," kata Grisham melalui akun Twitter, Selasa (3/3). "Untuk lebih melindungi rakyat Amerika, ia menyumbangkan gajinya di kuartal keempat 2019 kepada HHS untuk mendukung upaya dalam menghadapi, mengendalikan, dan memerangi virus corona."

Rupanya, Trump juga sebelumnya sempat memberikan sumbangan kepada beberapa lembaga pemerintah. Diantaranya adalah Departemen Keamanan Dalam Negeri, Departemen Transportasi, dan Departemen Urusan Veteran. Selain itu, ia juga pernah menyumbangkan jumlah yang sama untuk menanggulangi krisis obat opioid pada 2019.

Namun, aksi Trump tersebut justru mendapat kritikan. Kepala Penelitian Organisasi Masyarakat Citizens for Responsibility and Ethics Robert Maguire juga menyebut donasi yang dilakukan Trump sebagai pencitraan. Menurutnya, aset-aset bisnis milik Trump mampu memberikan keuntungan berkali lipat melebihi gajinya sebaga presiden.

Bahkan, pajak di resor milik Trump juga hampir sama dengan jumlah yang ia donasikan tersebut. "Penegak hukum Secret Service telah membayar pajak untuk tempat peristirahatannya setidaknya sebanyak yang Trump sumbangkan sebagai gaji," ujar Maguire seperti dilansir CNN, Selasa (3/3).

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait